Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat

Daerah Istimewa Yogyakarta

Artikel

PIK REMAJA "PRAYOGA" MAJU KE PEMILIHAN PIK REMAJA TINGKAT NASIONAL TAHUN 2015

Yogyakarta, BPPM - Program Kesehatan Reproduksi Remaja dilaksanakan melalui pendekatanlangsung kepada remaja serta orang tua yang memiliki remaja. Pendekatan kepada remaja dilaksanakan melalui pengembangan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R) dan pendekatan kepada orang tua yang memiliki remaja dilaksanakan melalui pengembangan Kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR).


PIK R dikembangkan melalui jalur pendidikan dan jalur masyarakat. Jalur pendidikan meliputi : sekolah, perguruan tinggi, pramuka, dan pesantren. Jalur masyarakat diantaranya melalui organisasi kepemudaan, organisasi keagamaan, dan komunitas remaja. Kedua jalur tersebut merupakan sasaran yang penting untuk mendekati komunitas remaja. Pembentukan PIK R di kedua jalur tersebut akan membantu mendekatkan akses remaja terhadap informasi tentang Pendewasaan Usia Perkawinan dan Triad KRR (Seksualitas, NAPZA, dan HIV & AIDS). Berkaitan dengan hal tersebut, Pemilihan PIK R Terbaik di DIY Tahun 2015 juga dibagi dalam jalur pendidikan dan jalur masyarakat. Jalur pendidikan difasilitasi oleh Perwakilan BKKBN DIY, sedangkan jalur masyarakat difasilitasi oleh BPPM DIY.

Dewan juri Pemilihan PIK R jalur antara lain dari unsur SKPD terkait, LSM, akademisi, dan pembina PIK R. Proses Pemilihan PIK R jalur masyarakat dibagi dalam 3 tahap, yaitu tahap tumbuh, tahap tegak, dan tahap tegar. Kabupaten/Kota se-DIY masing-masing mengirimkan 3 kelompok, yang meliputi : 1 kelompok PIK R tahap tumbuh, 1 kelompok PIK R tahap tegak, dan 1 kelompok PIK R tahap tegar. Mekanisme Pemilihan PIK R jalur masyarakat dilakukan dengan penilaian ke lokasi sekretariat kelompok PIK R yang bersangkutan dengan menggunakan indikator penilaian sesuai dengan 3 tahapan. Secara garis besar, indikator penilaian memuat 4 aspek yang meliputi : materi yang dikuasai pengelola PIK R; kegiatan yang dilakukan; sarana, prasarana & SDM; dan jaringan & kemitraan. Kunjungan lapangan dan penilaian dalam rangka pemilihan kelompok PIK R jalur masyarakat tingkat DIY Tahun 2015 dilaksanakan pada tanggal 23 - 27 Maret 2015.

Berdasarkan SK Kepala BPPM DIY no. 476/2336 tentang Penetapan PIK Terbaik Jalur Masyarakat Tahap Tumbuh, Tegak, dan Tegar Tingkat DIY Tahun 2015, dipustuskan bahwa :

A. PIK R JALUR MASYARAKAT TAHAP TUMBUH

No

TERBAIK

Nama Kelompok PIK R

1

I

PIK R “ TANJUNG” Desa Dadapayu Kec. Semanu Kab. Gunungkidul

2

II

PIK R “TEJO CERIA” Kel. Notoprajan Kec. Ngampilan Kota Yogyakarta

3

III

PIK R “METRO” Desa Lumbungrejo Kec. Tempel Kab. Sleman

4

IV

PIK R “BINA INSANI” Desa Sriharjo Kec. Imogiri Kab. Bantul

5

V

PIK R “PRINCE” Desa Bumirejo Kec. Lendah Kab. Kulonprogo

 

B. PIK R JALUR MASYARAKAT TAHAP TEGAK

No

TERBAIK

Nama Kelompok PIK R

1

I

PIK R “ SEHATI” Desa Tawangsari Kec. Pengasih Kab. Kulonprogo

2

II

PIK R “GARULUKU” Desa Kemadang Kec. Tanjungsari Kab. Gunungkidul

3

III

PIK R “KAPAK”  Kel. Gunungketur Kec. Pakualaman Kota Yogyakarta

4

IV

PIK R “AKRAB” Desa Tegaltirto Kec. Berbah Kab. Sleman

5

V

PIK R “ BILQIS ALAMANDA” Desa Seloharjo, Kec. Pundong Kab. Bantul


 C. PIK R JALUR MASYARAKAT TAHAP TEGAR

No

TERBAIK

Nama Kelompok PIK R

1

I

PIK R “PRAYOGA” Desa Pandowoharjo Kec. Sleman Kab. Sleman

2

II

PIK R  “MELATI”  Kel. Sosromenduran Kec. Gedongtengen Kota Yogyakarta

3

III

PIK R “ARISMA” Desa Ngunut, Kec.Playen Kab. Gunungkidul

4

IV

PIK R “BRAYAT PESING” Desa Ngargosari Kec. Samigaluh Kab. Kulonprogo

5

V

PIK R “KALAKIJO” Desa Guwosari, Kec. Pajangan Kab. Bantul


Kepada kelompok-kelompok PIK R tersebut, masing-masing mendapatkan sertifikat, tropi, dan uang pembinaan dengan rincian sebagai berikut :

1.    Terbaik I sebesar Rp. 8.000.000,- dipotong pajak
2.    Terbaik II sebesar Rp. 7.000.000,- dipotong pajak 
3.    Terbaik III sebesar Rp. 6.000.000,- dipotong pajak 
4.    Terbaik IV sebesar Rp. 5.000.000,- dipotong pajak 
5.    Terbaik V sebesar Rp. 4.000.000,- dipotong pajak

Sebagai PIK R Terbaik I Tahap Tegar, PIK R “PRAYOGA” berhak mewakili DIY menuju Pemilihan PIK R Terbaik Nasional Tahun 2015.


PROGRAM PROYEK KERJASAMA PENGEMBANGAN POTENSI SECARA MANDIRI TAHUN KEDUA MELALUI PARTNER UNIVERSITAS/UNIVERSITAS SUNGKONGHOE/INDONESIA 2014

YOGYAKARTA, BPPM - Untuk tahun 2014 BPPM DIY memberikan fasilitasi terhadap kerjasama Indonesia – Korea untuk periode 25 Desember 2013 s.d. 24 Desember 204. Program kerjasama ini merupakan lanjutan dari tahap pertama periode 26 Desember 2012 s.d. 24 Desember 2013.   Untuk tahun 2014 proyek kerjasamanya yaitu Alternatif Pengembangan Kerjasama di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia :”PELATIHAN KEPEMIMPINAN UNTUK KOMUNITAS YANG BERKESINAMBUNGAN”.

 1.  Wilayah tujuan proyek :

a. Kabupaten Gunung Kidul Kecamatan Ngawen, Desa Kampung ,  Dusun Batusari(10 KK)

b. Kabupaten Bantu Kecamatan Imogiri,Desa Karangtalun,Dusun Bandungan(10 KK)

c. kabupaten Kulonprogo Kecamatan Kaalibawang, Desa Banjaroyo, Dusun Banjaran(10 KK)

2.  Jenis proyek

                                                  a. Jenis                                  : Pendidikan

b. Target  MDGs                   : Pelatihan kepemimpinan yang berkesinambungan melalui pertukaran pelatihan Korea-Indonesia / Peningkatan kemampuan anggota masyarakat dan kemajuan desa yang berkesinambunngan melalui pelatihan pemimpin dan petani/pengembangan desa yang berkelanjutan, melalui pengaktifan pelatihan usaha desa/kemampuan berkesinambungan para anggota melalui pelatihan kepemimpinan dan pertanian/perkembangan berkesinambungan (mandiri) komunitas desa melalui aktivasi pendidikan usaha desa  (koperatif)/peningkatan kemampuan pengelolaan sumberdaya ekologis

3. Lembaga Pelaksana :

                a. KOICA  Korea

b. Tim Alternatif pengembangan kerjasama Internasional Universitas Sungkonghoe, Korea.

                Kerjasama :

a. Pemerintah DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia.

b. Universitas Uslam Indonesia (UII)

c. Pusat Studi Korea Universitas Gadjah Mada (UGM)

d. LSM “SATUNAMA”  (NGO SATUNAMA)

e. Kelompok 3 Desa di wilayah DIY, Indonesia (3 villages Kelompok in DIY)

 

4.  Tujuan :

a.  Proyek tahun 2014 adalah membangun kepemimpinan masyarakat serta membuka  usaha desa yang sesuai dengan masyarakat desa itu sendiri sebagai dasar model alternatif pengembangan wilayah pertanian.

b. Usaha desa didorong melalui konsultasi dan manajemen jaringan lokal yang terdiri dari para  ahli lokal.

c.  Usaha membangun pasar oleh desa Bandungan, usaha mencciptakan industri kerajinan oleh desa Banjaran, dan usaha pembuatan perternakan oleh desa Batusari merupakan hasil utama proyek tahun kedua, hasil pencarian tim proyek penggiat (aktivasi) jaringan lokal.

d.  Kemungkinan Pencapaian MDGs :

     * Pendidikan kepemimpinan komunitas yang berkesinambungan

    * Meningkatkan kemampuan masyarakat desa dan komunitasnya

    * Mengembangkan Komunitas desa yang berkesinambungan

    * Meningkatkan kemandirian usaha desa melalui pelatihan telah dilaksanakan.

    * Menjaga kelestarian ekologi alam

    * Meningkatkan status social wanita

5. Inti Proyek

                a. Pelatihan dan Pencarian pemimpin komunitas

                b. Pelatihan untuk para pemimpin wanita dan pemuda

                c. Pelatihan untuk koperasi dan usaha kecil masyarakat

                d. Pelatihan dan pencarian pengajar  setempat yang ada di Yogyakarta

                e. Pelatihan Gender.

 

alt

Pengumuman Hasil Akhir FK dan FT PNPM Mandiri Perdesaan DIY 2013

alt

Daerah Istimewa Yogyakarta Raih Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tingkat Utama

YOGYAKARTA, BPPM - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Rabu (18/12/2013) menerima Anugerah Parahita Ekapraya (APE), yang diserahkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. dalam acara puncak Peringatan Hari Ibu ke-85 Tahun 2013 yang dipusatkan di Sasana Kriya Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta.

Untuk tahun 2013 ini DIY meraih penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) tingkat utama yang merupakan tingkatan paling tinggi. Sebelumnya pada tahun 2012 juga mendapat penghargaan APE dengan Kategori Madya.

Anugerah Parahita Ekapraya merupakan penghargaan yang  diberikan kepada Kementerian/Lembaga serta Pemerintah Daerah baik provinsi maupun kabupaten/kota yang  dinilai telah berkomitmen dan mengimplementasikan strategi Pengarusutamaan Gender (PUG),  pencapaian dan inovasi dalam perwujudan kesetaraan gender, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, serta upaya untuk memenuhi hak anak. Terdapat tiga kategori dalam APE, yang tertinggi kategori utama, disusul madya dan pratama.

Thema peringatan hari ibu th.2013 adalah : "Peran Perempuan dan Laki-laki dalam Mewujudkan Demokrasi yang Partisipasif dan Pembangunan yang Inklusif".

 

 

alt

 

 

 

 

 

Relasi Pasutri yang Timpang Rentan KDRT

KOMPAS.com— Konsep istri taat suami tidak merefleksikan relasi seimbang dalam rumah tangga, tetapi justru menunjukkan relasi yang timpang. Relasi yang dibutuhkan dalam hubungan pernikahan adalah relasi yang berimbang, tidak subordinatif, dan tidak merugikan salah satu pihak.

KH Husein Muhammad, Komisioner Komnas Perempuan, memaparkan relasi yang timpang berpotensi pada terjadinya kekerasan terhadap perempuan atau istri. Fakta-fakta sosial memperlihatkan bahwa banyak perempuan menjadi korban kekerasan laki-laki atau suami.

"Komnas Perempuan setiap tahun memperoleh laporan dari berbagai daerah tentang situasi ini. Tahun 2009, dilaporkan 143.500-an perempuan korban kekerasan berbasis jender ini. Sebanyak 95 persen terjadi di dalam rumah, dengan pelaku suaminya sendiri. Kekerasan mengambil berbagai bentuk, fisik, psikis, penelantaran ekonomi dan seksual. Poligami adalah bentuk nyata dari kekuasaan sekaligus kekerasan laki-laki atau suami atas perempuan atau istri," ujarnya kepada Kompas Female.

Taat yang disalahartikan
Ketua Umum Gerakan Wanita Sejahtera Ir Giwo Rubianto MPd menyampaikan pandangannya, prinsip taat yang disalahartikan justru berpotensi menimbulkan kekerasan.

"Selama ini banyak kasus perempuan dipaksa taat tanpa alasan yang dibenarkan oleh agama. Hal ini tidak benar. Baik suami maupun istri perlu membaca UU PKDRT agar tidak terjadi kasus kekerasan dalam rumah tangga. Prinsip keseimbangan antara suami dan istri sebenarnya telah dimandatkan oleh Undang-Undang Perkawinan," ujarnya melalui  surat elektronik (surel) kepada Kompas Female.

Dihubungi secara terpisah, KH Husein menjelaskan tujuan perkawinan (dalam Islam) adalah menciptakan kehidupan saling berbagi cinta, kasih, ketenangan, dan kebahagiaan antara suami dan istri, serta keluarganya. Oleh karena itu, keduanya dituntut untuk saling melayani dan membagi kegembiraan, serta saling menghormati dan menghargai. Suami dan istri juga bisa berbagi tugas di dalam rumah tangga sesuai dengan kemampuan dan kesiapan masing-masing. Baik suami maupun istri mempunyai kelemahan, dan saling membutuhkan.

"Bagi saya, perempuan adalah sama dan setara dengan laki-laki. Perempuan memiliki segala potensi kemanusiaan, sebagaimana dimiliki laki-laki. Perempuan memiliki tingkat intelektualitas dan kecerdasan yang relatif sama dengan laki-laki. Tidak sedikit perempuan mengungguli kecerdasan laki-laki," ucapnya. KH Husein menambahkan, "Perempuan mampu memimpin rumah tangga, komunitas, dan negara. Secara fisik perempuan acapkali lebih kuat dari laki-laki. Mereka mampu bekerja dari pagi sampai malam. Mereka acap dibebani beban ganda, mengurus domestik, masak, mengasuh, mendidik, dan melayani suami, juga bekerja di luar rumah," kata KH Husein, penulis sejumlah buku, seperti Fiqh Perempuan; Refleksi Atas Wacana Agama dan Gender, dan Islam Agama Ramah Perempuan.