Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat

Daerah Istimewa Yogyakarta

Tantangan dan Peluang BPPM

Tantangan dan peluang pengembangan pelayanan BPPM


1.    Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

a.    Tantangan

1)    Membangun strategi perlindungan perempuan dan anak yang  meminimalkan konflik peran.

2)    Pengarusutamaan gender yang diikuti dengan penyempurnaan dan perubahan peraturan perundang-undangan yang tidak bias gender dan tidak mendiskriminasikan kaum perempuan.

3)    Menghindarkan pengaruh buruk terhadap anak dan remaja dari berbagai faktor yang merusak masa kecilnya, baik secara fisik maupun psikis.

4)    Menciptakan lingkungan, sarana prasarana, serta pendampingan yang kondusif dan nyaman bagi anak dan remaja.

b.    Peluang

1)    Potensi SDM perempuan dalam pembangunan;

2)    Menyediakan advokasi, fasilitasi dan mediasi perlindungan perempuan dan anakuntuk meningkatkan kualitas hidup perempuan dan generasi penerustermasuk pemantapan, peningkatan peran dan kemandirian organisasi perempuan dengan tetap mempertahankan kesatuan dan persatuan, sehingga dapat meningkatkan peranan perempuan sebagai pengambil keputusan dalam mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender.

3)    Berkembangnya pembangunan di sektor ekonomi menjadi peluang pemberdayaan ekonomi bagi perempuan. 

4)    Banyaknya lembaga donor untuk perlindungan perempuan dan anak serta remaja.

5)    Banyaknya Lembaga Swadaya Masyarakat(LSM),organisasi masyarakat, Perguruan Tinggi, baik negeri maupun swasta, yang memiliki perhatian terhadap masalah perlindungan perempuan dan anak serta remaja.


2.    Urusan Keluarga Berencana

a.    Tantangan

1)     Tingkat kesertaan PUS untuk berkeluarga berencana yang masih rendah.

2)     Meningkatnya keluarga pra sejahtera dan keluarga sejahtera I

3)    Kemandirian ekonomi untuk KB bagi anggota UPPKS di Kabupaten/Kota  belum tampak.

b.    Peluang

1)    Kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang mendukung keluarga berencana.

2)    Tingginya partisipasi Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat danKader dalam Keluarga Berencana.

3)    Tersedianya advokasi, fasilitasi, koordinasi  dan KIE program  Keluarga Berencanadan Keluarga Sejahteraserta kesehatan reproduksi.

4)    Banyaknya lembaga organisasi masyarakat yang peduli terhadap keluarga berencana untuk meningkatkan pemberdayaan dan ketahanaan keluarga.


3.    Urusan Pemberdayaan Masyarakat

a.    Tantangan

1)    Meningkatkan partisipasi dan keswadayaan masyarakat dalam pembangunan.

2)    Meningkatkan akses masyarakat dalam pengembangan usaha ekonomi masyarakat.

b.    Peluang.

1)    Modal kultural gotong royong terbukti masih cukup memberikan andil bagi masyarakat dalam melakukan pembangunan di desa/kelurahan.

2)    Banyaknya sektor informal yang tumbuh di masyarakat.

3)    Mewujudkan kemandirian  masyarakat.