Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat

Daerah Istimewa Yogyakarta

KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA AKAN MEMBAWA EFEK PENGGANDA

alt

Yogyakarta, BPPM- Suatu tindak kekerasan umumnya akan membawa efek pengganda yang sangat merugikan bagi kehidupan keluarga dan komponennya termasuk anak, apalagi kekerasan itu terjadi pada istri dan dilakukan oleh suami. Kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak saja  menimbulkan dampak fisik melainkan juga dampak psikologis yang efeknya dapat berlangsung lama. Dampak fisik umumnya tidak mencolok namun dampak psikologisnya umumnya cukup berat dan membutuhkan intervensi dari para profesional baik bidang kesehatan, psikologi maupun hukum. Hal ini disampaikan oleh kepala BPPM Provinsi DIY yang disampaikan oleh Kepala Bidang Perlindungan hak hak Perempuan  Sri Hartati SKM. M.Kes, dalam Pembukaan  Pemantauan dan Sosialisasi pengaduan Masyarakat korban Kekerasan yang diselenggarakan oleh Kementerian PP dan PA RI di Yogyakarta (8/12).

Disampaikan lebih lanjut bahwa Sampai saat ini pijakan yang digunakan baik oleh pemerintah maupun lembaga masyarakat dalam melakukan pencegahan maupun penanganan kasus-kasus kekerasan adalah Undang-undang Nomor 23 tahun 2004. Undang-undang tersebut disusun dengan tujuan untuk mencegah segala bentuk kekerasan, melindungi korban, menindak pelaku kekerasan dan memelihara keutuhan serta keharmonisan rumah tangga.

Kegiatan ini menghadirkan lembaga-lembaga terkait penanganan kasus kekerasan perempuan dan anak di Provinsi DIY dan dihadiri oleh tim dari kementerian PP & PA. Iche Margareth Robin, SH. M.Hum kepala Bagian Pengaduan masyarakat  pada Biro Hukum & Humas KPP & PA RI yang hadir sebagai salah satu pembicara dalam acara tersebut menginformasikan bahwa Perempuan dan anak adalah kelompok yang banyak menjadi korban kekerasan dalam  berbagai bentuk : fisik, psikis, seksual, penelantaran, eksploitasi dan lain-lain. Untuk menjawab kebutuhan masyarakat, KPP&PA melalui bagian pengaduan  masyarakat  secara khusus menangani pengaduan dalam rangka menerima dan memberikan layanan pengaduan masyarakat terkait kekerasan terhadap perempuan dan anak.  pengaduan sampai oktober 2011 yang masuk  ada 195 dan yang ditindak lanjuti  112 (57%) jenis kekerasannya fisik. Psikis, penelantara, seksual dan kekerasan lainnya. Diinformaiskan juga bahwa data kekerasan yang ada di Forum FPK2PA sampai bulan Juli 2011 ada 480 orang.

Diharapkan kegiatan ini akan menjadi koordinasi upaya penanganan pengaduan dengan berbagai sektor terkait dengan unit-unit atau sektor terkait baik instansi pemerintah atau lembaga masyarakat di daerah, juga melakukan pemantauan unit/sektor terkait yang memberikan layanan pengaduan korban tindak kekerasan didaerah (SNT).