Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat

Daerah Istimewa Yogyakarta

Berita

PENGUMUMAN LULUS TES TULIS REKRUTMEN TENAGA PENDAMPING PROFESIONAL P3MD DIY TAHUN 2017

Pengumuman Lulus Seleksi Tes Tulis dan Berhak mengikuti Tes Wawancara Rekrutmen Tenaga Pendamping Profesional P3MD DIY Tahun 2017.
 

Pengumuman hasil seleksi administrasi tenaga pendamping profesional P3MD DIY tahun 2017

Pengumuman hasil seleksi administrasi beserta jadwal tes tertulis :

 

disini

Roadshow Pendewasaan Usia Perkawinan sebagai penekan tingginya angka pernikahan anak di Daerah Istimewa Yogyakarta

Yogykarta, BPPM – Setelah sukes menghelat Kampanye Pendewasaan Usia Perkawinan pada tanggal 3 Agustus 2016 di GOR Among Rogo, BPPM melanjutkan program kegiatan Roadshow Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) untuk tujuh puluh delapan (78) Kecamatan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Sasaran dari program ini adalah para remaja, masyarakat serta stakeholder sampai di tingkat kecamatan. Di sisi lain, remaja merupakan objek sekaligus pelaku. Berdasarkan proyeksi Bappenas, jumlah remaja pada tahun 2015 adalah 66 juta jiwa atau sekitar 27 % dari total penduduk. Remaja mewakili sekitar 24 % populasi atau sekitar 882.900 orang dari total penduduk DIY yang berjumlah 3.679.176 orang (BPS, 2015).

 

Masih tingginya angka pernikahan dini, atau yang lebih dikenal dengan pernikahan anak di Daerah Istimewa Yogyakarta, menjadi keprihatinan bersama. Dalam statistik, dispensasi nikah di Daerah Istimewa Yogyakarta menunjukkan sebagai dalam tabel berikut ini :

Kabupaten / Kota

2011

 2012

2013

2014

2015

2016

PA Wates

58

60

54

54

36

24

PA Bantul

142

137

178

131

11

17

PA Wonosari

132

164

161

141

8

31

PA Sleman

107

117

126

115

51

16

PA Yogyakarta

56

37

44

41

31

17

DI YOGYAKARTA

495

515

563

482

137

105

 

 

Jumlah penduduk miskin di Daerah Istimewa Yogyakarta pada Maret 2017 adalah sekitar 488.000 jiwa atau sekitar 13.02 %. Masih cukup tinggi apabila dibandingkan dengan persentase penduduk miskin nasional yang sebesar 10.96 % (BPS DIY, 2017). Salah satu rantai penyumbang tingginya angka kemiskinan di Daerah Istimewa Yogyakarta yang tak lain ialah Pernikahan Dini.

 

Keluarga yang terbentuk dari pernikahan anak ini hampir bisa dipastikan tidak bisa survive dalam mengarungi rumah tangga. Demikian juga statitistik menunjukkan tidak kurang dari 80% berakhir dalam perceraian dengan berbagai macam latar belakang sebab. Permasalahan bermula dari Ekonomi yang tidak mencukupi, kesiapan psikososial sebagai anggota masyarakat, pengetahuan tentang hubungan kekeluargaan dan kesehatan yang tidak memadai, dan keinginan untuk bebas dari semua tangungjawab dan keharusan sebagai bagian keluarga kecil atau orangtua.

 

 

Beradasarkan kondisi demikian, Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat menelurkan program Roadshow Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) yang merupakan bagian tak terpisahkan dari fungsi pendidikan kesehatan reproduksi remaja melalui jalur masyarakat yang diampu oleh Sub Bidang Kesehatan Reproduksi Bidang Keluarga Berencana (KB) BPPM. Dimana pada tanggal 8 Agustus 2017, Roadshow PUP dilaksanakan di Kecamatan Wates Kabupaten Kulonprogo, yang merupakan putaran kali ke 44. Bermula di awal tahun 2017, Roadshow telah diselanggarakan di seluruh Kecamatan di Kota Yogyakarta dan di sebagian kecamatan-kecamatan di Kabupaten Sleman, Kulonprogo, Bantul dan Gunungkidul sesuai jadwal yang telah ditentukan. Kegitan ini dijadwalkan akan selesai pada November 2017.  (ziz).

 

Memperingati Hari Anak Nasional tahun 2017 di Museum SO 1 Maret

Yogyakarta, Bppm - Dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional setiap 23 Juli Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan Puncak Hari Anak Nasional di Plaza SO 1 Maret dengan tema "Perlindungan Anak dimulai dari Keluarga" pada 03 Agustus 2017.

 

Acara ini di hadiri oleh Wakil Gubernur Daerah Istimwa Yogyakarta Paku alam X, GKR Hemas, serta stakeholder terkait serta 1000 anak dari Kabupaten/Kota dilingkup DIY.

Wakil Gubernur DIY, Paku Alam X mengatakan “Setiap elemen masyarakat harus berperan aktif agar pengembangan anak menjadi lebih efektif. Dalam kesempatan ini saya ingin mengajak semua pihak terlibat aktif untuk mewujudkan generasi penerus yang tangguh dan bertanggung jawab. Hari Anak Nasional merupakan bukti betapa pentingnya keberadaan anak sebagai generasi penerus bangsa,”.

 

Selain itu, Kepala BBPM DIY dr. RA. Arida Oetami, M.Kes berharap Perayaan Hari Anak DIY Tahun 2017 bisa dijadikan sarana untuk meningkatkan pemahaman dan penyamaan persepsi  para pembuat kebijakan, pemangku kepentingan dan masyarakat tentang pentingnya mengintegrasikan hak anak dalam  program terkait pemenuhan dan perlindungan anak.

 

Acara dilanjutkan dengan kampanye BERLIAN (Bersama Lindungi Anak) yang ditandai dengan aksi buka payung secara serentak oleh Wakil Gubernur DIY bersama GKR Hemas serta Pejabat terkait, Payung tersebut sebagai simbol perlindungan terhadap anak. (JNS)

 

DIY Raih Penghargaan PKKKBKes dan LBS Pada Peringatan Harganas di Lampung

Yogykarta, BPPM - Hari Keluarga Nasional atau yang lebih dikenal dengan HARGANAS diikuti oleh lintas sektor perwakilan provinsi seluruh Indonesia yang terdiri dari PMD, OPDKB Provinsi/Kabupaten/Kota, serta mitra terkait Provinsi/Kabupaten/Kota. Tema Harganas 2017 yaitu “Dengan Hari Keluarga Nasional Kita Bangun Karakter Bangsa Melalui Keluarga Yang Berketahanan” dengan pesan inti “Keluarga Berketahanan dan Indonesia Sejahtera”.

 

Salah satu rangkaian acara Harganas adalah penyerahan hadiah lomba PKK, yang dilaksanakan pada tanggal 14 Juli 2017 di Halaman Gedung Sumpah Pemuda PKOR Way Halim Bandar Lampung. Dalam lomba tingkat nasional ini, Provinsi DIY meraih dua penghargaan yaitu Juara Pakarti Madya I Lomba Kesatuan Gerak PKKKBKes yang diwakili oleh Desa Merdikorejo, kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman dan Juara Pakarti Madya I Lomba Lingkungan Bersih Sehat (LBS) yang diwakili oleh Kelurahan Pringgokusuman, Kecamatan Gedongtengen, Kota Yogyakarta.

 

Hadiah berupa piala dan piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Ketua Umum TP PKK Pusat dr. Erni Guntarti Tjahjo Kumolo. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan “Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke XXIV di Bandar Lampung, merupakan salah satu momentum kebangkitan perekonomian, selain itu peringatan ini bisa menjadi wadah dalam membentuk keluarga yang berketahanan, berkarakter, bahagia dan sejahtera”. (Reni)