Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat

Daerah Istimewa Yogyakarta

Berita

Verifikasi Lapangan di Kelurahan Muja Muju Tahun 2016


Yogyakarta, BPPM – Hari kedua verifikasi lapangan lomba desa dan kelurahan tingkat provinsi tahun 2016 dilaksanakan pada hari Selasa, 9 Juni 2016 di Kelurahan Muja Muju Kecamatan Umbulharjo dengan pimpinan rombongan tim juri lomba desa dan kelurahan tingkat provinsi tahun 2016 adalah Ibu Sekretaris BPPM DIY Dra. Carolina Radiastuty, MM. Dalam sambutan tertulis Walikota Yogyakarta yang dibacakan oleh Staf Ahli Walikota Bidang Pemerintahan Muhammad Sarjono, Walikota Yogyakarta menyampaikan bahwa Kegiatan lomba atau evaluasi kelurahan merupakan sistem evaluasi yang sekaligus sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja perangkat kelurahan dan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan kelurahan di setiap sektor pembangunan serta guna mendorong pemberdayaan masyarakat melalui penguatan kelembagaan, peningkatan motivasi, partisipasi dan swadaya gotong royong masyarakat dalam pembangunan kelurahan.

Potensi unggulan Kelurahan Muja Muju berupa Program Pemberdayaan Masyarakat yaitu:

1.   Program Bimbel Bagi Warga Miskin

Mulai tahun 2012 bekerjasama dengan PT Sari Husada dan lembaga pendidikan yang ada di Kota Yogyakarta. Program ini ditujukan untuk anak-anak sekolah dari keluarga kurang mampu pada kelas 6 SD dan 3 SMP dengan jumlah peserta 50 orang.

2.   Program Cinta Sayur Berbasis Rumah Tangga

Kegiatan ini merupakan kegiatan dari ibu-ibu yang bergabung dalam KWT Wanita Sejahtera dengan memanfaatkan lahan kosong seluas 250M2 menjadi kebun sayur. Kebun sayur berupa tanaman hidroponik sederhana tidak menggunakan bahan pralon namun memanfaatkan barang bekas dari rumah tangga seperti botol dan aqua gelas. Kesuksesan kebun sayur ini kemudian diteruskan di setiap rumah tangga.

3.   Program Pembuatan Gerai UKM Mayang Mekar

Merupakan wadah menampung berbagai produk yang ada di wilayah Kelurahan Muja Muju baik berupa produk olahan maupun sandang. Selain itu juga dilaksanakan pelatihan, workshop untuk peningkatan SDM dan studi banding, baik difasilitasi dari LPMK maupun CSR dari PT Sari Husada.

4.   Program Gerakan Seribu(Gerbu)

Merupakan kegiatan TP PKK Kelurahan Muja Muju dalam setiap pertemuan pada tanggal 19 di setiap bulannya, setiap orang mengumpulkan Rp 1.000,00. Dana tersebut akan dipergunakan untuk warga masyarakat yang membutuhkan biaya pengobatan apabila tertimpa sakit atau musibah.

5.   Kesenian Panembromo

Panembromo merupakan tembang atau nyanyian yang dilakukan bersama-sama antara warga masyarakat, tokoh masyarakat dan perangkat kelurahan. Tembang atau nyanyian ini bisa diiringi musik bisa juga tidak dan inilah merupakan simbol bahwa komunikasi antara perangkat dengan warga masyarakat selalu menjadi satu kesatuan demi kepentingan dan kemajuan bersama.

Acara verifikasi lapangan di akhiri dengan pembacaan Kesan dan Pesan dari Tim Penilai yang disampaikan oleh Ibu Wati Marliawati, SH, M.Kes dan Pelepasan Tim Oleh Camat Umbulharjo Drs. H. Mardjuki.(KUN)

Verifikasi Lapangan di Kelurahan Rejowinangun Tahun 2016


Yogyakarta, BPPM – Kelurahan Rejowinangun, Kecamatan Kotagede Kota Yogyakarta merupakan lokasi pertama dari rangkaian kegiatan verifikasi lapangan lomba desa dan kelurahan tingkat provinsi tahun 2016. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Senin, 8 Juni 2016, dengan pimpinan rombongan tim juri lomba desa dan kelurahan tingkat provinsi tahun 2016 adalah Bapak Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda DIY Drs. Sulistiyo SH,CN, M.Si. Dalam sambutan tertulis Walikota Yogyakarta yang dibacakan oleh Kepala Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat Kota Yogyakarta Dra. Lusi Irawati, berharap dengan datangnya tim evaluasi perkembangan kelurahan tingkat DIY ini dapat meningkatkan semangat dan motivasi dalam melaksanakan tugas-tugas kedinasan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya di wilayah kelurahan dan juga memberikan masukan-masukan kepada kami di wilayah. Selain itu, dengan diadakannya lomba kelurahan ini, Walikota Yogyakarta berharap agar kinerja aparat dan masyarakat dapat terjalin dengan baik dan berkesinambungan.

Kelurahan Rejowinangun memiliki potensi unggulan yaitu berupa Kampung Cluster. Masing-masing Cluster mempunyai keunggulan masing-masing sesuai potensi di masing-masing RW, dengan rincian sebagai berikut:

1.   Kampung Budaya di RW 01, 02, 03, 04, 05 meliputi wayang, karawiyatan, Sanggar Tari, Keroncong, Jathilan anak, Mocopat, Hadroh, Angklung, Gejog Lesung;

2.   Kampung Kerajinan di RW 06 dan RW 07. Di RW ini banyak sekali home industri seperti kerjinan kulit, fiber, ukir kayu, lukisan kaca terbalik, pemanfaatan limbah plastik, dsb;

3.   Kampung Herbal di RW 08 dan 09 dimana dua RW ini merupakan sentra Jamu gendong yang diberi nama J’GER;

4.   Kampung Kuliner di RW 10. Di RW ini banyak sekali rumah tangga yang membuat makanan kecil(kuliner);

5.   Kampung Agro berada di RW 11, 12 dan 13 dengan spesifikasi RW 11 Kampung Anggrek dan RW 12 sebagai kampung Agro edukasi tanaman sayuran dan buah dan RW 13 sebagai kampung Flori khusus untuk tanaman hias.

Acara verifikasi lapangan di akhiri dengan pembacaan Kesan dan Pesan dari Tim Penilai yang disampaikan oleh Ibu Dra. Carolina Radiastuty, MM dan Pelepasan Tim Oleh Camat Kotagede Drs. Nur Hidayat.(KUN)

Evaluasi Perkembangan Desa 2016

Yogyakarta, BPPM - Evaluasi Perkembangan Desa Hari Kedua dipimpin oleh  Ibu dr. RR. ARIDA OETAMI, M.Kes. selaku  Kepala BPPM  DIY di Desa Baleharjo Kecamatan Wonosari Kabupaten Gunung Kidul  pada tanggal 9 Juni 2016. 
Sekilas Dsa Baleharjo  terdiri dari  5 pedukuhan, 5 RW dan 41 RT dengan laus wilayah 414,635 ha Batas wilayah Utara : Desa Wonsari, Selatan : Desa Karangrejek, Barat : Dsa Siraman, Timur : Desa Semanu. Jumlah Penduduk 5.853 Jiwa terdiri dari  2.991jiwa penduduk  perempuan dan 2.862 jiwa penduduk laki-laki
Desa Baleharjo   memiliki  motto “Baleharjo Manunggal Nyawiji Sakwernaning Perkara Rampung” yaitu diimplementasikan dalam delapan (8) bidang Pokok  Kegiatan Pemerintahan :Bidang Pendidikan Masyarakat, Bidang Ekonomi Masyarakat, Bidang Pemerintahan, Bidang Keamanan dan Ketentraman, Bidang kesehatan Masyarakat, Bidang Partisipasi Masyarakat, Bidang Lembaga Masyarakat, Bidang Pemberdayaan dan Kesejahteraan keluarga (PKK)
Potensi yang dimiliki Desa Baleharjo dalam melaksankaan pembangunan desa sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan  masyarakat melalui :
1.    Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM) : menghimpun dana dari,oleh dan untuk masyarakat demi kesejahteraan social yang merata. Dari kegiatan ini masyarakat Baleharjo bida hidup saling membantu, tolong – menolong sehingga tercipta kerukunan, kedamaian, dan rasa cinta kasih sebagai keluarga. Setiap tahun bisa menghimpun dana sebesar   ≥ Rp. 50.000.000 dipergunakan untuk membantu lebih dari 150 KK kurang mampu. Program/Kegiatan Unggulan Desa Baleharjo yaitu Program/kegiatan Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM)  didirikan dari, oleh dan untuk masyarakat yang memiliki cirri kepemimpinan kolektif. Lokasi WKBSM trsebar diseluruh pedukuhan yang ada di Baleharjo mulai dari pedukuhan Wukirsari, Pedukuhan Gedangsari, Pedukuhan Mulyosari, Pedukuhan Purwosari, dan Pedukuhan Rejosari. Realisasi kegiatan WKSBM diantaranya : pemberian bantuan jompo, defabel, anak didik kurang, memfasilitasi warga kurang mampu untuk berobat, pemberian bantuan kambing,
2.    Unit Pengembangan Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) : bentuk usaha produksi pupuk organik yang dikelola oleh kelompok masyarakat pedukuhan Gedangsari, telah memproduksi sekitar 60 ton pupuk organik setiap tahun, mampu meningkatkan pendapatan kelompok sekitar 30 juta per tahun.
3.    Desa Berbasis IT : Penerapan teknologi informasi di Desa Baleharjo meliputi Web Desa, Aplikasi prodeskel, SID, dan penggunaan jaringan internet. Kelengkapan perangkat teknologi yang sudah terpenuhi dengan system LOKAL AREAL NETWORK, memungkinkan semua perangkat desa bekerja dengan standar baku yang disyaratkan
4.    Pengelohan Ikan Laut (Ikan Tuna): Produk yang dibuat antara lain abon ikan tuna, bakso ikan tuna, tahu tuna, nudget tuna, criping tuna dan olahan lainnya. Setiap bulan membutuhkan bahan baku antara 1 – 15 ton ikan tuna,mempekerjakan 9 tenaga kerja dari lingkungan sekitar. Pendapatan yang diperoleh dari kegiatan ini mencapai 300 juta per tahun dengan pemasarannya mencapai kota-kota besar diseluruh Indonesia.
5.    Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) : terdapat 10 unit kegiatan : UPK (unit pengelola keuangan), LKM Gapoktan, Jasa Pelayanan Air Bersih / PAM Desa, Jasa Usaha Desa, Jasa Boga, Jasa Pengadaan Barang, Jasa Konstruksi, Jasa Ticketing, Jasa pengiriman dan penyediaan kebutuhan petani.

JADWAL PIMPINAN ROMBONGAN TIM JURI LOMBA DESA DAN KELURAHAN DIY TAHUN 2016


Yogyakarta, BPPM - Sebagai upaya memberdayakan masyarakat melalui penguatan kelembagaan, peningkatan motivasi, partisipasi masyarakat dan swadaya gotong-royong masyarakat di Desa dan Kelurahan perlu dilakukan Perlombaan Desa dan Kelurahan secara terarah, terkoordinasi, terpadu dan berkelanjutan.

Perlombaan Desa dan Kelurahan pada hakekatnya adalah sebagai salah satu upaya untuk mendorong usaha pembangunan masyarakat atas dasar tekad dan kekuatan sendiri yang sekaligus mengevaluasi keberhasilan usaha-usaha masyarakat dalam pembangunan Desa dan Kelurahan dengan melihat lonjakan perkembangan Pembangunan Desa dan Kelurahan selama 2 (dua) tahun terakhir.

Sebagai sarana pembinaan sekaligus dalam upaya mendorong usaha pembangunan masyarakat, Desa dan Kelurahan Pemenang perlombaan Desa dan Kelurahan dimaksud diberikan bantuan program pemberdayaan masyarakat, agar masyarakat termotivasi untuk mengembangkan dan meningkatkan partisipasinya dalam memajukan Desa dan Kelurahan sesuai dengan program/kegiatan yang dilaksanakan.

Pelaksanaan perlombaan desa dan kelurahan didasarkan pada :
1. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah menjadi Undang-Undang (Lembaran Negara Republik lndonesia Tahun 2005 Nomor 108, Tambahan Lembaran Negara Republik lndonesia Nomor 4548);
2. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa
3. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2007 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perlombaan Desa dan Kelurahan;

Dalam rangka pelaksanaan Perlombaan Desa dan Kelurahan tingkat Provinsi Tahun 2016, maka BPPM DIY akan menyelenggarakan tahap verifikasi ke lapangan, dengan jadwal sebagai berikut :

No

Hari, Tanggal

Lokasi

Pimpinan Rombongan

Kesan & Pesan Tim Juri

1


2


3


4


5


6

Senin, 6 Juni 2016


Selasa, 7 Juni 2016

Rabu, 8 Juni 2016


Kamis, 9 Juni 2016

Senin, 1, Juni 2016


Selasa, 14 Juni 2016



Kel.Rejowinangun, Kec.Kotagede, Kota Yogyakarta

Kel.Muja-Muju, Kec.Umbulharjo, Kota Yogyakarta

Desa Hargomulyo, Kec.Kokap, kab. Kulon Progo

Desa Baleharjo, Kec.Wonosari, Kab.Gunung Kidul

Desa Sumberharjo, Kec.Prambanan, Kab.Sleman

Desa Bangunjiwo, Kec.Kasihan, Kab.Bantul

Bp. Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda DIY

Kepala BPPM DIY


Kepala Biro Tapem Setda DIY

Kepala BPPM DIY

Kepala Biro Hukum Setda DIY

Kepala BPPM DIY

Sekretaris BPPM DIY


Kabid PHP


Kabid KB

Sekretaris BPPM DIY

Kabid PHP


Kabid KB




Gelar Ekspose Perlombaan Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Tahun 2016


Yogyakarta, BPPM – Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 81 Tahun 2015 tentang Evaluasi Perkembangan Desa Dan Kelurahan sebagai Pengganti Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2007 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perlombaan Desa dan Kelurahan, maka BPPM DIY menyelenggarakan Perlombaan Desa dan Kelurahan tingkat Provinsi Tahun 2016. Salah satu rangkaian Perlombaan Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Tahun 2016 adalah Gelar Ekspose. Gelar Ekspose dilaksanakan pada hari Senin, 30 Mei 2016 bertempat di Ruang Radyosuyoso, Bappeda DIY Kompleks Kepatihan, Danurejan, Yogyakarta. Dalam Gelar Ekspose ini dihadiri Oleh Tim Juri Perlombaan Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Tahun 2016, Kepala Badan Kabupaten/Kota yang menangani Urusan Pemberdayaan Masyarakat, Camat, Kepala Desa Juara I tingkat Kabupaten beserta Perangkat Desa, BPD, LPMD, TP PKK dan Karangtaruna, Lurah Juara I dan II Kota Yogyakarta beserta LPMK, TP-PKK, Karangtaruna, dan tamu undangan lainnya.

Ibu Sekretaris BPPM DIY Dra. Carolina Radiastuty, MM selaku Panitia Penyelenggara menyampaikan bahwa Gelar ekspose merupakan kegiatan Paparan dari Kepala Desa Juara I tingkat Kabupaten dan Lurah nominasi I dan II tingkat Kota. Materi paparan adalah mengenai keberhasilan pelaksanaan pembangunan di desa dan kelurahan beserta data pendukung serta unggulan-unggulan yang dimiliki oleh desa/kelurahan. Penilaian Perlombaan Desa dan Kelurahan tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 2016 menggunakan instrumen penilaian sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 81 tahun 2015 yang meliputi 3(tiga) aspek yaitu Pemerintahan, Kewilayahan dan Kemasyarakatan, Ketersediaan data Profil Desa dan Kelurahan 2 (dua) tahun terakhir (2014 dan 2015) serta memiliki Peraturan Desa tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa(RPJMDes) dan Rencana Kerja Pemerintah Desa(RKPDes) dan Dokumen Perencanaan Kelurahan.

Gubernur DIY dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala BPPM DIY dr. RA. Arida Oetami, M.Kes mengatakan bahwa Lomba Desa dan Kelurahan sangat penting karena sebagai sarana untuk menilai keberhasilan pembangunan desa dan kelurahan yang dilakukan secara terarah, terkoordinasi terpadu dan berkelanjutan. Sejalan dengan berlakunya Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, maka pelaksanaan Pemerintahan Desa dan Kelurahan haruslah selaras dengan prinsip otonomi daerah. Di mana pembangunan masyarakat desa dan kelurahan dilaksanakan dengan pendekatan atau mode pembangunan partisipatif yaitu adanya keterlibatan peran serta seluruh lapisan masyarakat.

Adapun Peserta Perlombaan Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Tahun 2016 adalah:

A.      Tingkat Kelurahan

            1.    Kelurahan Rejowinangun, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta;

            2.    Kelurahan Muja Muju, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta.

B.      Tingkat Desa

            1.    Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul;

            2.    Desa Hargomulyo, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo;

            3.    Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul;

            4.    Desa sumberharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman

Dalam gelar Ekspose Perlombaan Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Tahun 2016 masing-masing  Kepala desa dan Lurah diberikan waktu selama 15 menit untuk memaparkan gambaran umum tentang desa/kelurahan yang mencakup 3(tiga) aspek yaitu Pemerintahan, Kewilayahan dan Kemasyarakatan, Keunggulan yang dimiliki desa/kelurahan, Hambatan dan solusi yang dimiliki desa/kelurahan dan Program-program yang akan dilakukan pasca lomba. Setelah paparan dari Kepala Desa dan Lurah, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari seluruh Perwakilan Tim Juri Perlombaan Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Tahun 2016.

Tahapan setelah Gelar Ekspose adalah verifikasi lapangan, yang akan dimulai pada tanggal 6 Juni sampai 14 Juni 2016 dengan jadwal sebagai berikut :

1.   Senin, 6 Juni 2016  di Kelurahan Rejowinangun, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta;

2.   Selasa, 7 Juni 2016 di Kelurahan Muja Muju, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta;

3.   Rabu, 8 Juni 2016 di Desa Hargomulyo, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo;

4.   Kamis, 9 Juni 2016 di Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul;

5.   Senin, 13 Juni 2016 di Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul;

6.   Selasa, 14 Juni 2016 di Desa Sumberharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman

Verifikasi lapangan yaitu penilaian secara kualitatif terhadap indikator Evaluasi Pemerintahan, Kewilayahan dan Kemasyarakatan sesuai Lampiran II Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 81 Tahun 2015 tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan dengan cara mengunjungi Desa/Kelurahan Lokasi.(KUN)

Info lainnya...