Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat

Daerah Istimewa Yogyakarta

Berita

Verifikasi Lapangan di Desa Hargomulyo Tahun 2016



Yogyakarta, BPPM – Dalam rangka pelaksanaan rangkaian Perlombaan Desa dan Kelurahan tingkat Provinsi Tahun 2016, tahap penilaian terakhir adalah verifikasi lapangan. Untuk Perlombaan Desa, verifikasi lapangan yang pertama adalah Desa Hargomulyo, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo pada hari Rabu, 8 Juni 2016. Kedatangan Tim Penilai perlombaan desa dan kelurahan tingkat provinsi tahun 2016 diterima di Balai Desa Hargomulyo oleh Bupati Kulon Progo, Kepala BPMPDP&KB Kulon Progo, Camat Kokap, Kepala Desa beserta jajaran perangkat desa serta tamu undangan lainnya.

Bupati Kulon Progo dr. H Hasta Wardoyo.Spo(G) dalam sambutannya menyampaikan bahwa Hargomulyo yang terbagi dalam 11 Pedukuhan dengan jumlah penduduk 7019 KK berkembang  dengan modal semangat gotong royong yang tinggi;

Gubernur DIY dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh ketua rombongan Ibu Dra. Carolina Radiastuty, MM menyampaikan bahwa melalui Lomba Desa dan Kelurahan ini, diharapkan mampu menciptakan kekuatan swadaya dan gotong royong masyarakat, sehingga secara bertahap dan nyata mampu memberikan kontribusi dalam upaya melakukan perubahan di tingkat Desa/Kelurahan menuju kondisi yang lebih baik.

Setelah melakukan acara seremonial, kemudian dilanjutkan dengan verifikasi lapangan oleh Tim Juri di lingkungan Balai Desa dan melakukan kunjungan lapangan ke dusun sampel untuk melihat potensi unggulan desa Hargomulyo meliputi Kelompok wanita Tani, Kelompok ternak sapi, Kelompok ternak Ikan, Poskamling, Rumah sehat, Poskedes dan Pengrajin gula semut. Acara terakhir adalah Pelepasan Tim juri dengan diawali oleh Pembacaan Pesan dan kesan  dari Tim Juri yang dibacakan oleh ibu drg. Retno Nurmawaty, M.Kes  dan sambutan pelepasan tim disampaikan oleh Ibu Kepala BPMPDP&KB Kulon Progo. (KUN)

LPMK KRICAK DAN LPMD BATURETNO RAIH JUARA I LPMD/LPMK BERPRESTASI TINGKAT DIY TAHUN 2016

Penyerahan Hadiah kepada LPMK/LPMD Berprestasi Tahun 2016

Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa/Kelurahan (LPMD/LPMK) memiliki peran yang strategis dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan pembangunan di tingkat desa dan kelurahan secara partisipatif.  Hal ini sangat erat kaitannya dengan tugas LPMD/LPMK dalam menyusun rencana pembangunan secara partisipatif, menggerakkan swadaya gotong royong masyarakat, melaksanakan dan mengendalikan pembangunan.

Evaluasi LPMD/LPMK Berprestasi Tingkat DIY telah diselenggarakan oleh BPPM DIY pada tanggal 21 April sampai dengan 28 April 2016. Evaluasi ini dibagi dalam 2 kategori, yaitu kategori kota dan kategori kabupaten.  Kategori kota diikuti oleh LPMK Kricak Kec. Tegalrejo dan LPMK Panembahan Kec. Kraton, sedangkan peserta kategori kabupaten meliputi : LPMD Baturetno Kec. Banguntapan Kab Bantul, LPMD Jatirejo Kec. Lendah Kab. Kulonprogo, LPMD Siraman Kec. Wonosari Kab. Gunungkidul, dan LPMD Trihanggo Kec. Gamping Kab. Sleman. Evaluasi pada saat kunjungan lapangan menilai 6 indikator, yaitu : dokumen dan arsip, administrasi kesekretariatan, penganggaran, personil dan hubungan kelembagaan, program kerja dan realisasi, serta sarana prasarana.

Berdasarkan Surat Keputusan Kepala BPPM DIY no 188/3940 tentang Penetapan Hasil Evaluasi LPMD/LPMK Berprestasi Tingkat DIY Tahun 2016, ditetapkan bahwa :
1.    Juara I Kategori Kabupaten        : LPMD Baturetno Kec. Banguntapan Kab Bantul
(mendapatkan uang pembinaan  sebesar Rp. 15.000.000,-)
2.    Juara II Kategori Kabupaten        : LPMD Jatirejo Kec. Lendah Kab. Kulonprogo
(mendapatkan uang pembinaan  sebesar Rp. 12.000.000,-)
3.    Juara III Kategori Kabupaten        : LPMD Siraman Kec. Wonosari Kab. Gunungkidul
(mendapatkan uang pembinaan  sebesar Rp. 9.000.000,-)
4.    Juara Harapan I Kategori Kabupaten    : LPMD Trihanggo Kec. Gamping Kab. Sleman
(mendapatkan uang pembinaan  sebesar Rp. 7.000.000,-)
5.    Juara I Kategori Kota            : LPMK Kricak Kec. Tegalrejo Kota Yogyakarta
(mendapatkan uang pembinaan  sebesar Rp. 11.000.000,-)
6.    Juara II Kategori Kota            : LPMK Panembahan Kec. Kraton Kota Yogyakarta
(mendapatkan uang pembinaan  sebesar Rp. 9.000.000,-)

Penyerahan tropi, piagam dan uang pembinaan telah dilaksanakan pada tanggal 15 Juni 2016 di BPPM DIY, yang secara simbolis diserahkan oleh Kepala BPPM DIY. Beliau berharap agar LPMD/LPMK dapat terus berperan secara optimal dalam mendukung pembangunan desa/kelurahan di wilayahnya.

Verifikasi Lapangan di Kelurahan Muja Muju Tahun 2016


Yogyakarta, BPPM – Hari kedua verifikasi lapangan lomba desa dan kelurahan tingkat provinsi tahun 2016 dilaksanakan pada hari Selasa, 9 Juni 2016 di Kelurahan Muja Muju Kecamatan Umbulharjo dengan pimpinan rombongan tim juri lomba desa dan kelurahan tingkat provinsi tahun 2016 adalah Ibu Sekretaris BPPM DIY Dra. Carolina Radiastuty, MM. Dalam sambutan tertulis Walikota Yogyakarta yang dibacakan oleh Staf Ahli Walikota Bidang Pemerintahan Muhammad Sarjono, Walikota Yogyakarta menyampaikan bahwa Kegiatan lomba atau evaluasi kelurahan merupakan sistem evaluasi yang sekaligus sebagai upaya untuk meningkatkan kinerja perangkat kelurahan dan keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan kelurahan di setiap sektor pembangunan serta guna mendorong pemberdayaan masyarakat melalui penguatan kelembagaan, peningkatan motivasi, partisipasi dan swadaya gotong royong masyarakat dalam pembangunan kelurahan.

Potensi unggulan Kelurahan Muja Muju berupa Program Pemberdayaan Masyarakat yaitu:

1.   Program Bimbel Bagi Warga Miskin

Mulai tahun 2012 bekerjasama dengan PT Sari Husada dan lembaga pendidikan yang ada di Kota Yogyakarta. Program ini ditujukan untuk anak-anak sekolah dari keluarga kurang mampu pada kelas 6 SD dan 3 SMP dengan jumlah peserta 50 orang.

2.   Program Cinta Sayur Berbasis Rumah Tangga

Kegiatan ini merupakan kegiatan dari ibu-ibu yang bergabung dalam KWT Wanita Sejahtera dengan memanfaatkan lahan kosong seluas 250M2 menjadi kebun sayur. Kebun sayur berupa tanaman hidroponik sederhana tidak menggunakan bahan pralon namun memanfaatkan barang bekas dari rumah tangga seperti botol dan aqua gelas. Kesuksesan kebun sayur ini kemudian diteruskan di setiap rumah tangga.

3.   Program Pembuatan Gerai UKM Mayang Mekar

Merupakan wadah menampung berbagai produk yang ada di wilayah Kelurahan Muja Muju baik berupa produk olahan maupun sandang. Selain itu juga dilaksanakan pelatihan, workshop untuk peningkatan SDM dan studi banding, baik difasilitasi dari LPMK maupun CSR dari PT Sari Husada.

4.   Program Gerakan Seribu(Gerbu)

Merupakan kegiatan TP PKK Kelurahan Muja Muju dalam setiap pertemuan pada tanggal 19 di setiap bulannya, setiap orang mengumpulkan Rp 1.000,00. Dana tersebut akan dipergunakan untuk warga masyarakat yang membutuhkan biaya pengobatan apabila tertimpa sakit atau musibah.

5.   Kesenian Panembromo

Panembromo merupakan tembang atau nyanyian yang dilakukan bersama-sama antara warga masyarakat, tokoh masyarakat dan perangkat kelurahan. Tembang atau nyanyian ini bisa diiringi musik bisa juga tidak dan inilah merupakan simbol bahwa komunikasi antara perangkat dengan warga masyarakat selalu menjadi satu kesatuan demi kepentingan dan kemajuan bersama.

Acara verifikasi lapangan di akhiri dengan pembacaan Kesan dan Pesan dari Tim Penilai yang disampaikan oleh Ibu Wati Marliawati, SH, M.Kes dan Pelepasan Tim Oleh Camat Umbulharjo Drs. H. Mardjuki.(KUN)

Verifikasi Lapangan di Kelurahan Rejowinangun Tahun 2016


Yogyakarta, BPPM – Kelurahan Rejowinangun, Kecamatan Kotagede Kota Yogyakarta merupakan lokasi pertama dari rangkaian kegiatan verifikasi lapangan lomba desa dan kelurahan tingkat provinsi tahun 2016. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Senin, 8 Juni 2016, dengan pimpinan rombongan tim juri lomba desa dan kelurahan tingkat provinsi tahun 2016 adalah Bapak Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda DIY Drs. Sulistiyo SH,CN, M.Si. Dalam sambutan tertulis Walikota Yogyakarta yang dibacakan oleh Kepala Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat Kota Yogyakarta Dra. Lusi Irawati, berharap dengan datangnya tim evaluasi perkembangan kelurahan tingkat DIY ini dapat meningkatkan semangat dan motivasi dalam melaksanakan tugas-tugas kedinasan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya di wilayah kelurahan dan juga memberikan masukan-masukan kepada kami di wilayah. Selain itu, dengan diadakannya lomba kelurahan ini, Walikota Yogyakarta berharap agar kinerja aparat dan masyarakat dapat terjalin dengan baik dan berkesinambungan.

Kelurahan Rejowinangun memiliki potensi unggulan yaitu berupa Kampung Cluster. Masing-masing Cluster mempunyai keunggulan masing-masing sesuai potensi di masing-masing RW, dengan rincian sebagai berikut:

1.   Kampung Budaya di RW 01, 02, 03, 04, 05 meliputi wayang, karawiyatan, Sanggar Tari, Keroncong, Jathilan anak, Mocopat, Hadroh, Angklung, Gejog Lesung;

2.   Kampung Kerajinan di RW 06 dan RW 07. Di RW ini banyak sekali home industri seperti kerjinan kulit, fiber, ukir kayu, lukisan kaca terbalik, pemanfaatan limbah plastik, dsb;

3.   Kampung Herbal di RW 08 dan 09 dimana dua RW ini merupakan sentra Jamu gendong yang diberi nama J’GER;

4.   Kampung Kuliner di RW 10. Di RW ini banyak sekali rumah tangga yang membuat makanan kecil(kuliner);

5.   Kampung Agro berada di RW 11, 12 dan 13 dengan spesifikasi RW 11 Kampung Anggrek dan RW 12 sebagai kampung Agro edukasi tanaman sayuran dan buah dan RW 13 sebagai kampung Flori khusus untuk tanaman hias.

Acara verifikasi lapangan di akhiri dengan pembacaan Kesan dan Pesan dari Tim Penilai yang disampaikan oleh Ibu Dra. Carolina Radiastuty, MM dan Pelepasan Tim Oleh Camat Kotagede Drs. Nur Hidayat.(KUN)

Evaluasi Perkembangan Desa 2016

Yogyakarta, BPPM - Evaluasi Perkembangan Desa Hari Kedua dipimpin oleh  Ibu dr. RR. ARIDA OETAMI, M.Kes. selaku  Kepala BPPM  DIY di Desa Baleharjo Kecamatan Wonosari Kabupaten Gunung Kidul  pada tanggal 9 Juni 2016. 
Sekilas Dsa Baleharjo  terdiri dari  5 pedukuhan, 5 RW dan 41 RT dengan laus wilayah 414,635 ha Batas wilayah Utara : Desa Wonsari, Selatan : Desa Karangrejek, Barat : Dsa Siraman, Timur : Desa Semanu. Jumlah Penduduk 5.853 Jiwa terdiri dari  2.991jiwa penduduk  perempuan dan 2.862 jiwa penduduk laki-laki
Desa Baleharjo   memiliki  motto “Baleharjo Manunggal Nyawiji Sakwernaning Perkara Rampung” yaitu diimplementasikan dalam delapan (8) bidang Pokok  Kegiatan Pemerintahan :Bidang Pendidikan Masyarakat, Bidang Ekonomi Masyarakat, Bidang Pemerintahan, Bidang Keamanan dan Ketentraman, Bidang kesehatan Masyarakat, Bidang Partisipasi Masyarakat, Bidang Lembaga Masyarakat, Bidang Pemberdayaan dan Kesejahteraan keluarga (PKK)
Potensi yang dimiliki Desa Baleharjo dalam melaksankaan pembangunan desa sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan  masyarakat melalui :
1.    Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM) : menghimpun dana dari,oleh dan untuk masyarakat demi kesejahteraan social yang merata. Dari kegiatan ini masyarakat Baleharjo bida hidup saling membantu, tolong – menolong sehingga tercipta kerukunan, kedamaian, dan rasa cinta kasih sebagai keluarga. Setiap tahun bisa menghimpun dana sebesar   ≥ Rp. 50.000.000 dipergunakan untuk membantu lebih dari 150 KK kurang mampu. Program/Kegiatan Unggulan Desa Baleharjo yaitu Program/kegiatan Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM)  didirikan dari, oleh dan untuk masyarakat yang memiliki cirri kepemimpinan kolektif. Lokasi WKBSM trsebar diseluruh pedukuhan yang ada di Baleharjo mulai dari pedukuhan Wukirsari, Pedukuhan Gedangsari, Pedukuhan Mulyosari, Pedukuhan Purwosari, dan Pedukuhan Rejosari. Realisasi kegiatan WKSBM diantaranya : pemberian bantuan jompo, defabel, anak didik kurang, memfasilitasi warga kurang mampu untuk berobat, pemberian bantuan kambing,
2.    Unit Pengembangan Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) : bentuk usaha produksi pupuk organik yang dikelola oleh kelompok masyarakat pedukuhan Gedangsari, telah memproduksi sekitar 60 ton pupuk organik setiap tahun, mampu meningkatkan pendapatan kelompok sekitar 30 juta per tahun.
3.    Desa Berbasis IT : Penerapan teknologi informasi di Desa Baleharjo meliputi Web Desa, Aplikasi prodeskel, SID, dan penggunaan jaringan internet. Kelengkapan perangkat teknologi yang sudah terpenuhi dengan system LOKAL AREAL NETWORK, memungkinkan semua perangkat desa bekerja dengan standar baku yang disyaratkan
4.    Pengelohan Ikan Laut (Ikan Tuna): Produk yang dibuat antara lain abon ikan tuna, bakso ikan tuna, tahu tuna, nudget tuna, criping tuna dan olahan lainnya. Setiap bulan membutuhkan bahan baku antara 1 – 15 ton ikan tuna,mempekerjakan 9 tenaga kerja dari lingkungan sekitar. Pendapatan yang diperoleh dari kegiatan ini mencapai 300 juta per tahun dengan pemasarannya mencapai kota-kota besar diseluruh Indonesia.
5.    Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) : terdapat 10 unit kegiatan : UPK (unit pengelola keuangan), LKM Gapoktan, Jasa Pelayanan Air Bersih / PAM Desa, Jasa Usaha Desa, Jasa Boga, Jasa Pengadaan Barang, Jasa Konstruksi, Jasa Ticketing, Jasa pengiriman dan penyediaan kebutuhan petani.

Info lainnya...