Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat

Daerah Istimewa Yogyakarta

Berita

PENETAPAN JUARA PERLOMBAAN DESA DAN KELURAHAN TINGKAT PROVINSI TAHUN 2016

Yogyakarta, BPPM – Tahun 2016 adalah tahun pertama diterapkannya Permendagri Nomor 81 tahun 2015 tentang Evaluasi Perkembangan desa dan kelurahan sebagai pengganti Permendagri Nomor 13 tahun 2007 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perlombaan Desa dan Kelurahan, oleh karena itu penyelenggaraan perlombaan desa dan kelurahan pada tahun ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Rangkaian penilaian Perlombaan desa dan kelurahan tingkat Provinsi Tahun 2016 meliputi Penilaian Administrasi, Gelar Ekspose dan Penilaian Lapangan, berdasarkan hasil penilaian tersebut kemudian dilakukan Rapat Pleno untuk menentukan calon juara yang dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 22 Juni 2016 di Ruang Sekda DIY. Selanjutnya hasil rapat pleno diajukan kepada Gubernur untuk mendapatkan penetapan. Berdasarkan Keputusan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 136/KEP/2016  tanggal 24 Juni 2016 tentang Penetapan Juara Perlombaan Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Tahun 2016, maka diperoleh hasil sebagai berikut:

A.  Hasil Perlombaan Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Tahun 2016

1.  Juara Perlombaan Desa Tingkat Provinsi tahun 2016 :

a.   Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul sebagai Juara I;

b.  Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul sebagai Juara II ;

c.   Desa Sumberharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman sebagai Juara III

d.  Desa Hargomulyo, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo sebagai Juara IV;

2.  Juara Perlombaan Kelurahan Tingkat Provinsi tahun 2016 :

a.   Kelurahan Rejowinangun, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta sebagai Juara I;

b.  Kelurahan Muja Muju, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta sebagai Juara II

 

B.  Penghargaan

1.Gubernur memberikan piagam penghargaan kepada Juara I, II, III, dan IV Perlombaan Desa dan Juara I dan II Perlombaan Kelurahan;

2.Gubernur memberikan uang pembinaan kepada Juara I, II, III dan IV Perlombaan Desa dan Juara 1 dan II Perlombaan Kelurahan tingkat Provinsi tahun 2016 dengan rincian sebagai berikut :

a. Perlombaan Desa :

1)    Juara 1 mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 100.000.000,00

2)    Juara 2 mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp  75.000.000,00

3)    Juara 3 mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp   60.000.000,00

4)    Juara 4 mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp   50.000.000,00

b.  Perlombaan Kelurahan :

1)    Juara 1 mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 90.000.000,00;

2)    Juara 2 mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp  50.000.000,00.

3.Juara I Perlombaan Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi akan diikutkan dalam perlombaan desa dan kelurahan tingkat Regional;

4.Sebagai penghargaan dari Pemerintah, Juara I Perlombaan Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi dikirim sebagai peserta Temu Karya Nasional di Jakarta pada bulan Agustus 2016.(KUN)


Foto Kegiatan

Kegiatan Syawalan 2016

 

dsc_0145.jpgdsc_0145.jpg39.75 KB dsc_0149.jpgdsc_0149.jpg52.54 KB dsc_0162.jpgdsc_0162.jpg49.12 KB dsc_0172.jpgdsc_0172.jpg41.6 KB

 

 

Foto Kegiatan

berita 1.jpgberita 1.jpg29.15 KB dscn1939.jpgdscn1939.jpg73.07 KB halal11.jpghalal11.jpg29.07 KB halal2.jpghalal2.jpg28.94 KB halal21.jpghalal21.jpg29.21 KB halal3.jpghalal3.jpg27.63 KB menteri.jpgmenteri.jpg24.55 KB parahita eka praya 2010.jpgparahita eka praya 2010.jpg57.37 KB tanggap bencana 1.jpgtanggap bencana 1.jpg76.49 KB tanggap bencana 2.jpgtanggap bencana 2.jpg81.19 KB upacara 17 agustus 2011.jpgupacara 17 agustus 2011.jpg104.53 KB

 

Wakil Forum DIY Berlaga di Asean Children Forum di Vietnam

Prestasi membanggakan disumbangkan oleh Forum Anak Daerah DIY yang berhasil terpilih menjadi salah satu wakil Indonesia di Asean Children Forum ke-4 di Vietnam pada 20 Juni sampai dengan 23 Juni 2016.

Rumaisho Az Zahro yang akrab dipanggil Roza, Puteri tunggal dari bapak Nadlirin dan ibu Nawangsari Roza yang lahir  di Denpasar 20 Maret 2002 ini terpilih untuk menjadi salah satu perwakilan Indonesia di ajang pertemuan anak-anak se-Asia itu. Ia Saat ini ia sekolah di SMP IT Ar- Raihan Bantul kelas 7.

Roza merupakan remaja penyandang disabilitas namun Roza tetap percaya diri, dan sudah menorehkan banyak prestasi. Ketika ia berumur 7 tahun ia sudah berani membaca puisi dalam acara HIMA PLB UNY dalam rangka  difabel day. Tahun 2012 ia berani berani berbicara didepan guru guru se-Rembang dalam tema Sekolah inklusi, tahun 2014 ia pun terpilih mengikuti pertemuan Forum Anak Nasional (FAN), kenapa ia bisa terpilih dalam FAN 2012 karena sudah bisa menyuarakan hak hak anak, Roza berusaha memberi dukungan kepada teman teman penyandang disabilitas tuna rungu agar teman teman mempunyai hak yang sama dengan anak anak lainnya, Roza memberikan motivasi kepada para orang tua yang mempunyai anak tuna rungu, agar mengupayakan anak anaknya mempunyai alat bantu dengar serta belajar mendengar dan bicara sehingga tuna rungu bukan lagi tuna wicara, hal ini disampaikan pada beberapa acara sharing parents.

Pada awal 2016 Roza menyempatkan ikut lomba menulis pada FLS2N tingkat SMP Bantul. Perjalanan Roza menyuarakan hak hak anak dan sharing-sharing roza di berbagai acara pertemuan orangtua dari penyandang disabilitas tuna rungu rupanya dilirik oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI sehingga Roza pun dipilih sebagai duta anak dalam Asean Children Forum ke 4 di Vietnam. Bravo Roza .....(snt)




Roza (ketiga dari kiri) bersama delegasi Indonesia di 
ACF ke-4 di Vietnam 



Roza Ketika di terima Oleh Dubes Indonesia Untuk 
Vietnam dalam rangkaian AFC ke-4. 


Roza (keempat dari kiri) diajang AFC ke-4
dengan hasil karyanya. 

Verifikasi Lapangan di Desa Bangunjiwo Tahun 2016



Yogyakarta, BPPM – Memasuki hari terakhir tahap verifikasi lapangan perlombaan Desa, rombongan Tim yang dipimpin oleh Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda DIY Benny Suharsono M.Si mengunjungi Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten  Bantul pada hari Selasa, 14 Juni 2016. Kedatangan Tim Penilai perlombaan desa dan kelurahan tingkat provinsi tahun 2016 diterima di Balai Desa Bangunjiwo diterima oleh Bupati Bantul beserta jajarannya, Kepala Kantor PMD Bantul, Camat Kasihan, Kepala Desa beserta jajaran perangkat desa serta tamu undangan lainnya;

Bupati Bantul Drs. H. Suharsono menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Desa Bangunjiwo atas pencapaiannya sebagai perwakilan Kabupaten Bantul dalam Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat DIY Tahun 2016. Selain itu, Drs. H. Suharsono juga berharap agar seluruh masyarakat desa terus melakukan inovasi terutama dalam mengembangkan tata kelola pemerintahan desa yang berpijak pada nilai-nilai setempat. “Semoga Desa Bangunjiwo menjadi Desa dengan tingkat pembangunan terbaik di Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat DIY”

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan oleh Kepala Biro Tata Pemerintahan Sekda DIY Benny Suharsono M.Si, sekaligus selaku Pimpinan Tim Verifikasi Perlombaan Desa dan Kelurahan Tingkat DIY Tahun 2016,  menyampaikan bahwa kegiatan lomba desa dan kelurahan tingkat DIY tahun 2016 tersebut secara proses mampu untuk menciptakan penguatan kelembagaan, sehingga dinamika pembangunan sosial, ekonomi dan politik semakin kokoh dan melembaga.

Setelah melakukan acara seremonial, kemudian dilanjutkan Tim melakukan verifikasi lapangan oleh Tim Juri di lingkungan Balai Desa dan melakukan kunjungan lapangan ke dusun sampel untuk melihat potensi unggulan Desa Bangunjiwo meliputi Monumen Apsari untuk melihat potensi TP PKK, Yandu Lansia, Rumah Sehat, dan desa wisata Jipangan yang menampilkan potensi desa wisata berupa wisata alternatif pembelajaran kewirausahaan, budaya pertanian dan wisata alam sungai Bedog dan administrasi dusun. Setelah itu dilanjutkan pelepasan Tim juri dengan diawali oleh Pembacaan Pesan dan kesan  dari Tim Juri yang dibacakan oleh Sekretaris BPPM DIY Ibu Dra. Carolina Radiastuty, MM dan pelepasan tim disampaikan oleh Wakil Bupati Bantul. (KUN)

Verifikasi Lapangan di Desa Sumberharjo Tahun 2016



Yogyakarta, BPPM – Hari ketiga tahap verifikasi lapangan perlombaan Desa, rombongan Tim yang dipimpin oleh Kepala Bidang Keluarga Berencana, BPPM DIY drg. Retno Nurmawati, M.Kes mengunjungi Desa Sumberharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman pada hari Senin, 13 Juni 2016. Rombongan Tim diterima di Balai Desa Sumberharjo oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Sleman, Ibu Sekretaris BKBPMPP Sleman, Camat Prambanan, Kepala Desa beserta jajaran perangkat desa serta tamu undangan lainnya.

Bupati Sleman dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Sleman Jazin Sumirat, SH.M.Si mengatakan bahwa Pemerintah Desa memiliki peran yang setrategis dalam mewujudkan Visi Pemerintah Kabupaten Sleman mewujudkan masyarakat yang sejahtera, mandiri, berbudaya dan terintegrasi, karenanya pemerintah desa menjadikan sistem pemerintahan yang terus dikembangakan kapasitas dan kinerjanya, agar semua desa di Sleman mampu menjalankan fungsinya dalam memberdayakan masyarakat, pelayanan yang prima dan menyelenggarakan ketertiban umum, serta mampu mengembangkan wilayahnya untuk kesejahteraan masyarakat.

Sambutan tertulis Gubernur DIY yang dibacakan oleh Ketua rombongan Ibu drg. Retno Nurmawati, M.Kes menegaskan bahwa Perlombaan Desa dan Kelurahan tingkat DIY kali ini, yang diikuti pemenang perlombaan Desa dan Kelurahan  tingkat Kabupaten/Kota se DIY ini adalah dalam upaya mendorong penguatan otonomi dan peningkatan kinerja aparatur Desa dan Kelurahan. Disamping itu juga untuk mengetahui keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan Desa dan Kelurahan di setiap sektor pembangunan.

Setelah melakukan acara seremonial, kemudian dilanjutkan dengan verifikasi lapangan oleh Tim Juri di lingkungan Balai Desa dan melakukan kunjungan lapangan ke dusun sampel untuk melihat potensi unggulan Desa Sumberharjo, meliputi

1.   Simulasi keamanan, pertanian modern, BUM Desa, Tim Penanggulangan Bencana

2.   Di dusun Sengir melihat potensi Desa yaitu: Gapoktan, simulasi kebakaran, Yandu Lansia, PAUD, PKK/TOGA, Polindes.

3.   Wisata Rumah Dome atau The New Nglepen adalah sebuah perkampungan unik yang terletak di Sumberharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman. Perkampungan ini sangat unik karena bentuk rumahnya yang bulat-bulat seperti rumah teletubies yang pernah populer di televisi beberapa tahun lalu. Rumah Dome mempunyai tiga kelebihan yaitu tahan gempa, tahan kebakaran dan tahan terhadap topan badai. Total rumah yang ada 80 unit yang terdiri 71 rumah hunian, 9 fasilitas umum meliputi 1 musholla, 1 aula, 1 polindes dan 6 MCK dan sekarang ditambah playground untuk anak-anak.

Setelah itu dilanjutkan pelepasan Tim juri dengan diawali oleh Pembacaan Pesan dan kesan  dari Tim Juri yang dibacakan oleh Kepala Bidang PHP, BPPM DIY Ibu Waty Merliawati, SH, M.Kes dan Pelepasan tim disampaikan oleh Camat Prambanan. (KUN)

Info lainnya...