Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat

Daerah Istimewa Yogyakarta

Berita

PELAKSANAAN KEGIATAN TMMD SENGKUYUNG TAHAP I TAHUN 2016 TELAH MENCAPAI 100%

Yogyakarta, BPPM - TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) berperan dalam akselerasi pembangunan dan mendukung program penanggulangan kemiskinan melalui optimalisasi pemberdayaan masyarakat. Selain itu, TMMD merupakan wujud kerjasama lintas sektoral antara TNI, Polri, Kementerian/Lembaga Pemerintah Non-Pemerintah, Pemerintah Daerah, dan masyarakat dalam berbagai pelaksanaan pembangunan fisik dan non fisik di berbagai aspek, dengan menerapkan prinsip kesederhanaan, lokalitas, kebersamaan dan koordinasi lintas sektor. TMMD berupaya mewujudkan dinamika partisipasi masyarakat yang berkembang positif dengan keterpaduan TNI, aparatur pemerintah dan masyarakat. Pada setiap tahun TMMD Sengkuyung dilaksanakan dalam 2 tahap, sedangkan TMMD Reguler dilaksanakan dalam 1 tahap.

Tema TMMD Tahun ini adalah “DENGAN SEMANGAT KEMANUNGGALAN SERTA KERJASAMA LINTAS SEKTORAL DAN LINTAS KOMPONEN  BANGSA,  KITA  WUJUDKAN  PERCEPATAN DESA MEMBANGUN INDONESIA GUNA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN  RAKYAT”

Pemda DIY pada tahun 2016 ini telah mengalokasikan bantuan hibah untuk mendukung pelaksanaan TMMD Sengkuyung dengan sasaran 10 desa/kelurahan yang dibagi menjadi 2 tahap, masing-masing mendapatkan bantuan hibah sebesar Rp. 75.000.000,-.                   Pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2016 dilaksanakan dilokasi  1 Kelurahan dan 4 Desa yang meliputi : Kelurahan Bumijo Kec. Jetis, Kota Yogyakarta; Desa Jagalan,           Kec. Banguntapan, Kab. Bantul; Desa Hargorejo, Kec. Kokap, Kab. Kulonprogo,  Desa Ngawu, Kec. Playen, Kab. Gunungkidul; Desa Margoagung, Kec. Seyegan, Kab. Sleman.

Pelaksanan TMMD Sengkuyung Tahap I Tahun 2016 melalui 4 tahapan, yaitu : Perencanaan dengan membuat rencana kegiatan, Persiapan dengan melaksanakan pra TMMD, pelaksanaan TMMD, dan pengakhiran TMMD. Pelaksanaan TMMD Sengkuyung, yang sebelumnya diawali dengan pra TMMD, dilaksanakan selama 21 hari terhitung mulai tanggal 3 Mei 2016 sampai dengan 23 Mei 2016 untuk melaksanakan kegiatan fisik dan non fisik.  Selanjutnya, tahap pengakhiran dilaksanakan setelah upacara penutupan selama kurang lebih 7 hari, yang  meliputi : evaluasi kegiatan, pengembalian sarana prasarana yang dibangun oleh TMMD, dan penyusunan laporan. Bantuan hibah dalam rangka TMMD Sengkuyung Tahap I untuk 5 desa/kelurahan telah diberikan, dan sampai saat ini realisasi fisik telah mencapai 100%.(RB)

PENETAPAN JUARA PERLOMBAAN DESA DAN KELURAHAN TINGKAT PROVINSI TAHUN 2016

Yogyakarta, BPPM – Tahun 2016 adalah tahun pertama diterapkannya Permendagri Nomor 81 tahun 2015 tentang Evaluasi Perkembangan desa dan kelurahan sebagai pengganti Permendagri Nomor 13 tahun 2007 tentang Pedoman Penyelenggaraan Perlombaan Desa dan Kelurahan, oleh karena itu penyelenggaraan perlombaan desa dan kelurahan pada tahun ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Rangkaian penilaian Perlombaan desa dan kelurahan tingkat Provinsi Tahun 2016 meliputi Penilaian Administrasi, Gelar Ekspose dan Penilaian Lapangan, berdasarkan hasil penilaian tersebut kemudian dilakukan Rapat Pleno untuk menentukan calon juara yang dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 22 Juni 2016 di Ruang Sekda DIY. Selanjutnya hasil rapat pleno diajukan kepada Gubernur untuk mendapatkan penetapan. Berdasarkan Keputusan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 136/KEP/2016  tanggal 24 Juni 2016 tentang Penetapan Juara Perlombaan Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Tahun 2016, maka diperoleh hasil sebagai berikut:

A.  Hasil Perlombaan Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi Tahun 2016

1.  Juara Perlombaan Desa Tingkat Provinsi tahun 2016 :

a.   Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul sebagai Juara I;

b.  Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul sebagai Juara II ;

c.   Desa Sumberharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman sebagai Juara III

d.  Desa Hargomulyo, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo sebagai Juara IV;

2.  Juara Perlombaan Kelurahan Tingkat Provinsi tahun 2016 :

a.   Kelurahan Rejowinangun, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta sebagai Juara I;

b.  Kelurahan Muja Muju, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta sebagai Juara II

 

B.  Penghargaan

1.Gubernur memberikan piagam penghargaan kepada Juara I, II, III, dan IV Perlombaan Desa dan Juara I dan II Perlombaan Kelurahan;

2.Gubernur memberikan uang pembinaan kepada Juara I, II, III dan IV Perlombaan Desa dan Juara 1 dan II Perlombaan Kelurahan tingkat Provinsi tahun 2016 dengan rincian sebagai berikut :

a. Perlombaan Desa :

1)    Juara 1 mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 100.000.000,00

2)    Juara 2 mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp  75.000.000,00

3)    Juara 3 mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp   60.000.000,00

4)    Juara 4 mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp   50.000.000,00

b.  Perlombaan Kelurahan :

1)    Juara 1 mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 90.000.000,00;

2)    Juara 2 mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp  50.000.000,00.

3.Juara I Perlombaan Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi akan diikutkan dalam perlombaan desa dan kelurahan tingkat Regional;

4.Sebagai penghargaan dari Pemerintah, Juara I Perlombaan Desa dan Kelurahan Tingkat Provinsi dikirim sebagai peserta Temu Karya Nasional di Jakarta pada bulan Agustus 2016.(KUN)


Foto Kegiatan

Kegiatan Syawalan 2016

 

dsc_0145.jpgdsc_0145.jpg39.75 KB dsc_0149.jpgdsc_0149.jpg52.54 KB dsc_0162.jpgdsc_0162.jpg49.12 KB dsc_0172.jpgdsc_0172.jpg41.6 KB

 

 

Foto Kegiatan

berita 1.jpgberita 1.jpg29.15 KB dscn1939.jpgdscn1939.jpg73.07 KB halal11.jpghalal11.jpg29.07 KB halal2.jpghalal2.jpg28.94 KB halal21.jpghalal21.jpg29.21 KB halal3.jpghalal3.jpg27.63 KB menteri.jpgmenteri.jpg24.55 KB parahita eka praya 2010.jpgparahita eka praya 2010.jpg57.37 KB tanggap bencana 1.jpgtanggap bencana 1.jpg76.49 KB tanggap bencana 2.jpgtanggap bencana 2.jpg81.19 KB upacara 17 agustus 2011.jpgupacara 17 agustus 2011.jpg104.53 KB

 

Wakil Forum DIY Berlaga di Asean Children Forum di Vietnam

Prestasi membanggakan disumbangkan oleh Forum Anak Daerah DIY yang berhasil terpilih menjadi salah satu wakil Indonesia di Asean Children Forum ke-4 di Vietnam pada 20 Juni sampai dengan 23 Juni 2016.

Rumaisho Az Zahro yang akrab dipanggil Roza, Puteri tunggal dari bapak Nadlirin dan ibu Nawangsari Roza yang lahir  di Denpasar 20 Maret 2002 ini terpilih untuk menjadi salah satu perwakilan Indonesia di ajang pertemuan anak-anak se-Asia itu. Ia Saat ini ia sekolah di SMP IT Ar- Raihan Bantul kelas 7.

Roza merupakan remaja penyandang disabilitas namun Roza tetap percaya diri, dan sudah menorehkan banyak prestasi. Ketika ia berumur 7 tahun ia sudah berani membaca puisi dalam acara HIMA PLB UNY dalam rangka  difabel day. Tahun 2012 ia berani berani berbicara didepan guru guru se-Rembang dalam tema Sekolah inklusi, tahun 2014 ia pun terpilih mengikuti pertemuan Forum Anak Nasional (FAN), kenapa ia bisa terpilih dalam FAN 2012 karena sudah bisa menyuarakan hak hak anak, Roza berusaha memberi dukungan kepada teman teman penyandang disabilitas tuna rungu agar teman teman mempunyai hak yang sama dengan anak anak lainnya, Roza memberikan motivasi kepada para orang tua yang mempunyai anak tuna rungu, agar mengupayakan anak anaknya mempunyai alat bantu dengar serta belajar mendengar dan bicara sehingga tuna rungu bukan lagi tuna wicara, hal ini disampaikan pada beberapa acara sharing parents.

Pada awal 2016 Roza menyempatkan ikut lomba menulis pada FLS2N tingkat SMP Bantul. Perjalanan Roza menyuarakan hak hak anak dan sharing-sharing roza di berbagai acara pertemuan orangtua dari penyandang disabilitas tuna rungu rupanya dilirik oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI sehingga Roza pun dipilih sebagai duta anak dalam Asean Children Forum ke 4 di Vietnam. Bravo Roza .....(snt)




Roza (ketiga dari kiri) bersama delegasi Indonesia di 
ACF ke-4 di Vietnam 



Roza Ketika di terima Oleh Dubes Indonesia Untuk 
Vietnam dalam rangkaian AFC ke-4. 


Roza (keempat dari kiri) diajang AFC ke-4
dengan hasil karyanya. 

Verifikasi Lapangan di Desa Bangunjiwo Tahun 2016



Yogyakarta, BPPM – Memasuki hari terakhir tahap verifikasi lapangan perlombaan Desa, rombongan Tim yang dipimpin oleh Kepala Biro Tata Pemerintahan Setda DIY Benny Suharsono M.Si mengunjungi Desa Bangunjiwo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten  Bantul pada hari Selasa, 14 Juni 2016. Kedatangan Tim Penilai perlombaan desa dan kelurahan tingkat provinsi tahun 2016 diterima di Balai Desa Bangunjiwo diterima oleh Bupati Bantul beserta jajarannya, Kepala Kantor PMD Bantul, Camat Kasihan, Kepala Desa beserta jajaran perangkat desa serta tamu undangan lainnya;

Bupati Bantul Drs. H. Suharsono menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Desa Bangunjiwo atas pencapaiannya sebagai perwakilan Kabupaten Bantul dalam Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat DIY Tahun 2016. Selain itu, Drs. H. Suharsono juga berharap agar seluruh masyarakat desa terus melakukan inovasi terutama dalam mengembangkan tata kelola pemerintahan desa yang berpijak pada nilai-nilai setempat. “Semoga Desa Bangunjiwo menjadi Desa dengan tingkat pembangunan terbaik di Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat DIY”

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan oleh Kepala Biro Tata Pemerintahan Sekda DIY Benny Suharsono M.Si, sekaligus selaku Pimpinan Tim Verifikasi Perlombaan Desa dan Kelurahan Tingkat DIY Tahun 2016,  menyampaikan bahwa kegiatan lomba desa dan kelurahan tingkat DIY tahun 2016 tersebut secara proses mampu untuk menciptakan penguatan kelembagaan, sehingga dinamika pembangunan sosial, ekonomi dan politik semakin kokoh dan melembaga.

Setelah melakukan acara seremonial, kemudian dilanjutkan Tim melakukan verifikasi lapangan oleh Tim Juri di lingkungan Balai Desa dan melakukan kunjungan lapangan ke dusun sampel untuk melihat potensi unggulan Desa Bangunjiwo meliputi Monumen Apsari untuk melihat potensi TP PKK, Yandu Lansia, Rumah Sehat, dan desa wisata Jipangan yang menampilkan potensi desa wisata berupa wisata alternatif pembelajaran kewirausahaan, budaya pertanian dan wisata alam sungai Bedog dan administrasi dusun. Setelah itu dilanjutkan pelepasan Tim juri dengan diawali oleh Pembacaan Pesan dan kesan  dari Tim Juri yang dibacakan oleh Sekretaris BPPM DIY Ibu Dra. Carolina Radiastuty, MM dan pelepasan tim disampaikan oleh Wakil Bupati Bantul. (KUN)

Info lainnya...