Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat

Daerah Istimewa Yogyakarta

Berita

HARI PEREMPUAN INTERNASIONAL DIY TAHUN 2017

alt


Yogyakarta,- BPPM – Selasa, 21 Maret 2017 di Balai Kunthi, Komplek Gedung Mandala Bhakti Wanita Tama Yogyakarta, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat DIY menyelenggarakan Kegiatan Sarasehan Hari Perempuan Internasional, Tema yang di Usung Hari Perempuan Internasional Tahun 2017 “ Pembentukan KarakterBudi Pekerti Generasi Muda Menuju Generasi Emas yang bermatabat. “

Sarasehan dibuka oleh kepala BPPM DIY yang diwakili oleh Ibu Carolina Radiastuty, MM, dalam sambutan beliau, pergerakan perempuan untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan dimulai sejak Tahun 1908. Perempuan berhak memperoleh akses dan kesempatan dalam meningkatkan kemampuan dalam berbagai bidang pembangunan. Momen ini sangat tepat mengajak seluruh perempuan Indonesia untuklebih berpartisipasi dalam bidang pembangunan di berbagai bidang. Angka kekerasan terhadap perempuan dan anak yang cenderung meningkat, jaminan perlindungan sosial bagi pekerja perempuan, partisipasi perempuan di ranah politik yang jauh dari harapan. Perempuan sebagai Indiviidu maupun tokoh sentral perlu meningkatkan konstribusi dalam upaya mmenyelesaikan masalah di berbagai sector. SKPD, Lembaga Pendidikan, LSM telah melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir permasalahan issue gender, tetapi belum menunjukkan hasil yang signifikan.

Sarasehan di kemas dalam bentuk Talk show dengan mengangkat Thema “Berani Melakukan Perubahan” dengan pembicara dalam sarasehan tersebut :

 

1.Ketua DPRD Kabupaten Kulonprogo, Ibu Akhid Nuryati, SE dengan materi Perempuan legislative corong demokrasi dalam mewujudkan Pembangunan yang berkeadilan Gender.

 

2. Ibu Prof. DR. Nahiyah Jaidi Faraz , dengan materi Partisipasi Perempuan di Ranah Ekonomi

 

3 Wakil Ketua DPRD DIY, bapak Arif Noor Hartanto,SIP dengan materi Pembentukan Karakter Budi Pekerti Generasi Muda menuju Generasi Emas yang bermartabat.

Sarasehan di hadiri 150 peserta dari unsur : lembaga pemerhati perempuan dan anak, SKPD terkait, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak se Kab/Kota di DIY, BKOW dan GOW Kab/Kota se DIY.

 

Acara di tutup dengan penandatanganan deklarasi bersama antara Organisasi Perempuan DIY untuk mengakhiri TRIE END di Daerah Istimewa Yogyakarta,- Atun-

AUDIENSI ANTARA SAEMAUL GLOBAL FOUNDATION DENGAN GUBERNUR DIY



Yogyakarta, BPPM - Jum’at, tanggal 24 Maret 2017 bertempat di Gedong Wilis Kepatihan Yogyakarta dilakukan Audiensi antara Gubernur DIY dengan Saemaul Global Foundation ( SGF). Audiensi dipimpin oleh Direktur SGF Indonesia Hong Seun Hoon, pada kesempatan tersebut Gubernur berkenan menemui langsung dengan didampingi oleh Kepala BPPM DIY dan BKPM DIY.

 

Dalam kesempatan itu Direktur SGF mengucapkan terimakasih atas kesediaan beliau menerima kedatangan Tim , sekaligus menyampaikan program-program yang dilakukan di Yogyakarta. Ada 3 tiga Program yang dilakukan di desa ke tiga wilayah desa sebagai percontohan Saemaul Undong , diantaranya :

a. Desa Sumbermulyo, Kec. Bambanglipuro, Kab. Bantul;

b. Desa Bleberan, Kec. Playen, Kab. Gunungkidul;

c. Desa Ponjong, Kec. Ponjong, Kab. Gunungkidul.

 

Disetiap desa ada 2 (dua) orang petugas /relawan dari Korea dengan program disesuaikan dengan potesi yang ada di desa masing-masing.

1. Desa Bleberan, dengan Program perbaikan infrastuktur air bersih yang dikelola oleh masyarakat melalui BUMdesa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, hal ini karena desa Bleberan mempunyai permasalahan kekurangan air bersih pada musim kemarau.

2.Desa Ponjong, program utamanya adalah Peternakan Sapi yang mekanisme pengelolaannya diserahkan pada BUMdesa.

3. Desa Sumbermulyo dengan Program pengelolaan sampah melalui kegiatan BANK SAMPAH dan Pembudidayaan Benih padi, semua program tersebut dijalankan melalui BUMDesa.

 

Gubernur Menyampaikan bahwa program Saemaul Undong harus tetapmengedepankan pendekatan yang di sesuaikan dengan kultur masyarakat DIY, utamanya Gunungkidul, agar program berjalan dengan lebih cepat. Beliau juga mengharapkan dibuka kesepakatan bersamaantara Saemaul Undong dengan UGM dan Pemda DIY sehingga Pemda DIY bisa mengikuti tahap demi tahap. Beliau khawatir kalau Saemaul Undong ini hanya sekedar kerjasama dengan UGM dan sekedar memobilisasi masyarakat dalam konteks riset, maka Pemda akan susah untuk ikut berperan. Gubernur menyampaikan bahwa Pemda juga sudah mempunyai kebijakan yaitu “Desa Mandiri dan Berbudaya”.

 

Menurut Gubernursegera dilakukan perbaikan infrastuktur air bersih, karena program PDAM belum masuk ke desa-desa, sehingga desa harus bisa memenuhi kebutuhan airnya secara swadaya. Karena Korea sudah punya model dan relawan, beliau berharap ke 3 desa yang sudah dijadikan lokasi tersebut dijadikan model antara Pemda, Saemaul Undong dan UGM. Dengan berhasilnya Saemaul Undong inidi harapkan pemimpin Indonesia dan Pemimpin Korea sepakat bahwa Saemaul Undong ini dapat menjadiRole Model di desa lainnya, - Atun -

Pelatihan PPRG Daerah Istimewa Yogyakarta


Yogyakarta, BPPM -
Untuk menindaklanjuti SE Kementrian Dalam Negeri No.050/6/99/SJ tanggal 2013,Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) DIY di tahun 2016 mendapatkan penghargaan dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI berupa Anugerah Parahita Ekapraya Tingkat Mentor sebagai Provinsi yang memiliki komitmen dalam upaya mewujudkan Kesetaraan Gender, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Untuk mempertahankan prestasi itu, BPPM DIY telah melakukan berbagai program kegiatan, diantaranya ialah melalui Program Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender yang menjadi strategi dalam perencanaan pembangunan melalui Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG). Pada Tahun Anggaran 2017 akan melakukan pendampingan PPRG bagi 41 (empat puluh satu) SKPD di Daerah Istimewa Yogyakarta, yang pelaksanaannya dibagi menjadi beberapa angkatan, yaitu :
1.Angkatan I dilaksanakan pada tanggal 25 Januari 2017 peserta dari lingkungan Karyawan BPPM DIY.
2.Angkatan II dilaksanakan Bulan Maret 2017 sebanyak 9 Kali Pendampingan.
3.Angkatan III dilaksanakan Bulan April 10 Kali Pendampingan.
4.Angkatan IV dilaksanakan Bulan Mei 10 Kali Pendampingan.
5.Angkatan V dilaksanakan Bulan Juli 11 Kali pendampingan.


alt


alt

alt

Pelatihan PPRG Daerah Istimewa Yogyakarta




alt



Untuk menindaklanjutan SE Kementrian Dalam Negeri No.050/6/99/SJ tanggal 2013 seperti tersebut diatas Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat selaku Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta di Tahun 2016 mendapatkan Penghargaan dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI berupa Anugerah Parahita Ekapraya tingkat Mentor sebagai Propinsi yang memiliki Komitmen dalam upaya mewujudkan Kesetaraan Gender, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Untuk mempertahankan telah mengimplementasikan dengan berbagai Program kegiatan, diantaranya Pengarusutamaan Gender yang menjadi strategi dalam Perencanaan pembangunan terhadap Perencanaan dan Penganggaran Responsi Gender ( PPRG). Di Tahun Anggaran 2017 melakukan Pendampingan PPRG bagi 41 (empat puluh satu) SKPD di Daerah Istimewa Yogyakarta, yamng pelaksanaannya di bagi beberapa angkatan terdiri :

1. Angkatan I dilaksanakan pada tanggal 25 Januari 2017 peserta dari lingkungan Karyawan BPPM DIY.

2. Angkatan II dilaksanakan Bulan Maret 2017 sebanyak 9 Kali Pendampingan.

3. Angkatan III dilaksanakan Bulan April 10 Kali Pendampingan.

4. Angkatan IV dilaksanakan Bulan Mei 10 Kali Pendampingan.

5. Angkatan V dilaksanakan Bulan Juli 11 Kali pendampingan.