Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat

Daerah Istimewa Yogyakarta

Berita

Sarahsehan Peringatan Hari Kartini 2017

Yogykarta - BPPM, Sebagai Instansi Pemerintah yang mengampu urusan Pemberdayaan Kaum Perempuan, khususnya di DIY. BPPM bekerja sama dengan beberapa organisasi wanita di lingkup DIY diataranya, TP PKK DIY, Dharma Wanita Persatuan DIY, Bhayangkari DIY, Dharma Pertiwi DIY, dan BKOW DIY untuk memperingati Hari Kartini pada tanggal 21 April dengan melaksanakan berbagai macam Kegiatan.

Salah satunya adalah acara Sarahsehan Memperingati Hari Kartini dengan tema "Kartini Masa Kini, Mimpi Kartini di Era Modern" tanggal 5 April 2017 di Balai Kunthi Komplek Gedung Mandala Bhakti Wanitatama. Pada Sarahsehan kali ini, para peserta berkesempatan untuk berdiskusi dengan ketiga narasumber yang menginspirasi, yaitu Hj. Mahsunah Syakir, SE., M.Ek (Pemenang Keluarga Sakinah Nasional) - Hani Kusdaryanti (Pengusaha Makanan Olahan Ikan, Fania Food) dan Prof. dr. S. Yati Soenarto, Sp.A(K).,Phd. (Dosen Fakultas Kedokteran UGM).

Mereka menjelaskan bahwa sepanjang hidupnya sosok R.A Kartini inilah yang menjadi inspirasi. Berkat perjuangan beliau, Perempuan bisa mengeyam pendidikan setinggi-tingginya dan bahkan perempuan juga bisa menjadi pemangku jabatan yang penting di sebuah perusahaan atau instansi. - JNS -







TMMD SENGKUYUNG KE 98 TAHUN 2017

alt

Yogyakarta, - BPPM - Mengangkat tema “DENGAN SEMANGAT KEMANUNGGALAN TNI-RAKYAT KITA PERCEPAT PEMBANGUNAN DI DAERAH GUNA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DALAM RANGKA MENJAGA KEUTUHAN WILAYAH NKRI”, kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa atau yang lebih dikenal sebagai TMMD mmerupakan saalah satu wujud operasi bhakti TNI, yang merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan Departemen, Lembaga Pemerintah non Departemen dan Pemerintah Daerah serta komponen lainnya, yang dilaksanakan secara integral bersama masyarakat, guna meningkatkan akselarasi kegiatan pembangunan di daerah perpedesaan, khususnya daerah tergolong tertinggal, terisolir, perbatasan dan daerah kumuh serta daerah yang terkena dampak akibat bencana.

Program TMMD ke 98 serentak dilaksanakan di lima lokasi di Daerah Istimewa Yogyakarta,

Kegiatan ini  kerjasama lintas sektor yang melibatkan TNI, Instansi Pemerintah serta masyarakat,   bertujuan membantu tugas pemerintah di dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memantapkan wawasan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

 

Lokasi Kegiatan TMMD Sengkuyung ke 98  untuk  Tahap I  :

-       Kelurahan Baciro, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta

-       Desa Caturharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul

-       Desa Banguncipto, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo

-       Desa Candirejo, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul

-       Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman

 

Sasaran diprioritaskan pada pembangunan infrastruktur, sarana prasarana fasilitas umum yang menjadi kebutuhan masyarakat sekaligus dalam rangka memberdayakan masyarakat perdesaan. Pelaksanaan TMMD yang secara resmi dimulai tanggal 5 April 2017 dan berakhir pada tanggal 4 Mei 2017, sebelumnya telah mengadakan pra selama +/- 2 minggu dengan maksud agar target sasaran dapat tercapai 20% sebelum pembukaan adapun dukungan dana kegiatan ini berasal dari APBD I, APBD II dan swadaya masyarakat.

 

Sesuai dengan substansi kegiatan TMMD yakni kema­nunggalan TNI dan rakyat, program ini tidak hanya meli­batkan TNI saja, tetapi juga meli­batkan instansi pemerintah, instansi non pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat lainnya. Hal yang sangat positif dimana kegiatan ini dapat menguatkan serta menanamkan kembali budaya gotong-royong.  Kegiatan ini juga diharapkan untuk selalu menge­de­pan­kan kepentingan masyarakat dimana untuk mendukung keberhasilan program terse­but dibutuhkan  peran aktif dari seluruh komponen guna memelihara kemandirian, kemitraan serta untuk menuju kearah perubahan sikap, kemajuan wilayah dan kesejahteraan masyarakat. –Reni–

 

 

HARI PEREMPUAN INTERNASIONAL DIY TAHUN 2017

alt


Yogyakarta,- BPPM – Selasa, 21 Maret 2017 di Balai Kunthi, Komplek Gedung Mandala Bhakti Wanita Tama Yogyakarta, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat DIY menyelenggarakan Kegiatan Sarasehan Hari Perempuan Internasional, Tema yang di Usung Hari Perempuan Internasional Tahun 2017 “ Pembentukan KarakterBudi Pekerti Generasi Muda Menuju Generasi Emas yang bermatabat. “

Sarasehan dibuka oleh kepala BPPM DIY yang diwakili oleh Ibu Carolina Radiastuty, MM, dalam sambutan beliau, pergerakan perempuan untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan dimulai sejak Tahun 1908. Perempuan berhak memperoleh akses dan kesempatan dalam meningkatkan kemampuan dalam berbagai bidang pembangunan. Momen ini sangat tepat mengajak seluruh perempuan Indonesia untuklebih berpartisipasi dalam bidang pembangunan di berbagai bidang. Angka kekerasan terhadap perempuan dan anak yang cenderung meningkat, jaminan perlindungan sosial bagi pekerja perempuan, partisipasi perempuan di ranah politik yang jauh dari harapan. Perempuan sebagai Indiviidu maupun tokoh sentral perlu meningkatkan konstribusi dalam upaya mmenyelesaikan masalah di berbagai sector. SKPD, Lembaga Pendidikan, LSM telah melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir permasalahan issue gender, tetapi belum menunjukkan hasil yang signifikan.

Sarasehan di kemas dalam bentuk Talk show dengan mengangkat Thema “Berani Melakukan Perubahan” dengan pembicara dalam sarasehan tersebut :

 

1.Ketua DPRD Kabupaten Kulonprogo, Ibu Akhid Nuryati, SE dengan materi Perempuan legislative corong demokrasi dalam mewujudkan Pembangunan yang berkeadilan Gender.

 

2. Ibu Prof. DR. Nahiyah Jaidi Faraz , dengan materi Partisipasi Perempuan di Ranah Ekonomi

 

3 Wakil Ketua DPRD DIY, bapak Arif Noor Hartanto,SIP dengan materi Pembentukan Karakter Budi Pekerti Generasi Muda menuju Generasi Emas yang bermartabat.

Sarasehan di hadiri 150 peserta dari unsur : lembaga pemerhati perempuan dan anak, SKPD terkait, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak se Kab/Kota di DIY, BKOW dan GOW Kab/Kota se DIY.

 

Acara di tutup dengan penandatanganan deklarasi bersama antara Organisasi Perempuan DIY untuk mengakhiri TRIE END di Daerah Istimewa Yogyakarta,- Atun-

AUDIENSI ANTARA SAEMAUL GLOBAL FOUNDATION DENGAN GUBERNUR DIY



Yogyakarta, BPPM - Jum’at, tanggal 24 Maret 2017 bertempat di Gedong Wilis Kepatihan Yogyakarta dilakukan Audiensi antara Gubernur DIY dengan Saemaul Global Foundation ( SGF). Audiensi dipimpin oleh Direktur SGF Indonesia Hong Seun Hoon, pada kesempatan tersebut Gubernur berkenan menemui langsung dengan didampingi oleh Kepala BPPM DIY dan BKPM DIY.

 

Dalam kesempatan itu Direktur SGF mengucapkan terimakasih atas kesediaan beliau menerima kedatangan Tim , sekaligus menyampaikan program-program yang dilakukan di Yogyakarta. Ada 3 tiga Program yang dilakukan di desa ke tiga wilayah desa sebagai percontohan Saemaul Undong , diantaranya :

a. Desa Sumbermulyo, Kec. Bambanglipuro, Kab. Bantul;

b. Desa Bleberan, Kec. Playen, Kab. Gunungkidul;

c. Desa Ponjong, Kec. Ponjong, Kab. Gunungkidul.

 

Disetiap desa ada 2 (dua) orang petugas /relawan dari Korea dengan program disesuaikan dengan potesi yang ada di desa masing-masing.

1. Desa Bleberan, dengan Program perbaikan infrastuktur air bersih yang dikelola oleh masyarakat melalui BUMdesa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, hal ini karena desa Bleberan mempunyai permasalahan kekurangan air bersih pada musim kemarau.

2.Desa Ponjong, program utamanya adalah Peternakan Sapi yang mekanisme pengelolaannya diserahkan pada BUMdesa.

3. Desa Sumbermulyo dengan Program pengelolaan sampah melalui kegiatan BANK SAMPAH dan Pembudidayaan Benih padi, semua program tersebut dijalankan melalui BUMDesa.

 

Gubernur Menyampaikan bahwa program Saemaul Undong harus tetapmengedepankan pendekatan yang di sesuaikan dengan kultur masyarakat DIY, utamanya Gunungkidul, agar program berjalan dengan lebih cepat. Beliau juga mengharapkan dibuka kesepakatan bersamaantara Saemaul Undong dengan UGM dan Pemda DIY sehingga Pemda DIY bisa mengikuti tahap demi tahap. Beliau khawatir kalau Saemaul Undong ini hanya sekedar kerjasama dengan UGM dan sekedar memobilisasi masyarakat dalam konteks riset, maka Pemda akan susah untuk ikut berperan. Gubernur menyampaikan bahwa Pemda juga sudah mempunyai kebijakan yaitu “Desa Mandiri dan Berbudaya”.

 

Menurut Gubernursegera dilakukan perbaikan infrastuktur air bersih, karena program PDAM belum masuk ke desa-desa, sehingga desa harus bisa memenuhi kebutuhan airnya secara swadaya. Karena Korea sudah punya model dan relawan, beliau berharap ke 3 desa yang sudah dijadikan lokasi tersebut dijadikan model antara Pemda, Saemaul Undong dan UGM. Dengan berhasilnya Saemaul Undong inidi harapkan pemimpin Indonesia dan Pemimpin Korea sepakat bahwa Saemaul Undong ini dapat menjadiRole Model di desa lainnya, - Atun -

Pelatihan PPRG Daerah Istimewa Yogyakarta


Yogyakarta, BPPM -
Untuk menindaklanjuti SE Kementrian Dalam Negeri No.050/6/99/SJ tanggal 2013,Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) DIY di tahun 2016 mendapatkan penghargaan dari Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI berupa Anugerah Parahita Ekapraya Tingkat Mentor sebagai Provinsi yang memiliki komitmen dalam upaya mewujudkan Kesetaraan Gender, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Untuk mempertahankan prestasi itu, BPPM DIY telah melakukan berbagai program kegiatan, diantaranya ialah melalui Program Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender yang menjadi strategi dalam perencanaan pembangunan melalui Perencanaan dan Penganggaran Responsif Gender (PPRG). Pada Tahun Anggaran 2017 akan melakukan pendampingan PPRG bagi 41 (empat puluh satu) SKPD di Daerah Istimewa Yogyakarta, yang pelaksanaannya dibagi menjadi beberapa angkatan, yaitu :
1.Angkatan I dilaksanakan pada tanggal 25 Januari 2017 peserta dari lingkungan Karyawan BPPM DIY.
2.Angkatan II dilaksanakan Bulan Maret 2017 sebanyak 9 Kali Pendampingan.
3.Angkatan III dilaksanakan Bulan April 10 Kali Pendampingan.
4.Angkatan IV dilaksanakan Bulan Mei 10 Kali Pendampingan.
5.Angkatan V dilaksanakan Bulan Juli 11 Kali pendampingan.


alt


alt

alt

Info lainnya...