Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat

Daerah Istimewa Yogyakarta

Berita

MONEV DESA PRIMA KAB. KULONPROGO DAN GUNUNGKIDUL


Yogyakarta
Desa Perempuan Indonesia Maju Mandiri (Prima) adalah sebuah desa percontohan yang bertujuan untuk menanggulangi kemiskinan sekaligus meningkatkan ekonomi perempuan dengan memanfaatkan semua potensi yang ada dengan  melibatkan segenap peran lintas sektoral terkait sesuai dengan program sektornya masing-masing. Program desa prima ini adalah desa dengan pembinaan dari sektor peningkatan ekonomi keluarga. Sasarannya mengotimalkan peran perempuan atau kaum ibu di desa.

BPPM DIY sampai dengan Tahun 2016 telah menginisiasi  60  lokasi Desa Prima dengan anggota   sebanyak 1.695orang  ibu rumah tangga yang memiliki embrio usaha. Kegiatan desa prima ini  diharapkan mampu mendorong pengurangan rumah tangga pra sejahtera di Derah Istimewa Yogyakarta .

BPPM DIY berkoordinasi DIY dengan BAPEDA dalam rangka melakukan upaya pembinaan lanjut terhadap desa prima yang ada. Upaya nyata yang dilakukan yaitu dengan menggandeng  CSR Bank BPD DIY pada tanggal 5 Oktober 2016  dengan melakukan survey terhadap 5 lokasi Desa Prima terpilih , yaitu Desa Prima  Tri Tunggal  Desa Hargorejo Kecamatan Kokap, Desa Prima Tunas Mekar Desa Tuksono, Kecamatan Sentolo Kabupaten Kulonprogo , Desa Prima Sekar Tirtosari Desa Banyusoco Kecamatan Playen, Desa Prima  Santosa Desa Bedoyo  Kecamatan Ponjong dan Desa Prima Harapan Sejahtera Desa Pacarejo Kecamatan Pacarejo Kecamatan Semanu Kabupaten Gunungkidul  - Atun -
Normal 0 false false false IN X-NONE X-NONE /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin-top:0cm; mso-para-margin-right:0cm; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}

JAMBORE DAN AJANG KREATIFITAS GENRE

alt



Yogyakarta, BPPM - Dalam merispon permasalahan remaja BKKBN mengembangkan program Genre, untuk menyiapkan kehidupan berkeluarga bagi remaja melalui pemahaman tentang pendewasaan Usia Perkawinan sehingga mereka mampu melangsungkan jenjang pernikahan secara terencana, berkarir, menikah dengan terencana sesuai siklus kesehatan reproduksi. Wadah ini mengembangkan karekter bangsa karena mengajarkankan remaja  untuk menjauhi pernikahan dini, seks pra nikah dan napza guna menjadi remaja tangguh dan dapat berkonstribusi dalam pembangunan serta berguna bagi bangsa dan Negara. Di dalam kegiatan ini dikembangkan materi materi  perencanaan keluarga diantaranya 8 fungsi keluarga, pendewasaan, usia perkawinan, NKKBS, TRIAD KRR dan Life skills, melalui PIK Remaja/Mahasiswa.  Di Indonesia ada 22.726 PIK Remaja/Mahasiswa tersebar 34 Provinsi se Indonesia. PIK Remaja/Mahasiswa sebagai sarana  meningkatkan kreatifitas dan kemampuan,  dengan adanya Jambore Genre  Tingkat  Nasional bermaksud menjadi ajang  saling tukar menukar pengalaman, serta menumbuhkan semangat melalui uji ketrampilan, kegiatan tersebut dikuti 34 Provinsi yang dilaksanakan di Hotel Kusuma Agro Wisata, Batu, Malang  Jawa Timur pada  tanggal 27 s/d 30 September 2016. Dalam ajang tersebut Daerah Istimewa Yogyakarta melalui BPPM DIY mengirimkan 12 kontingen dan berhasil merah Juara ke III dalam Lomba Ajang Kreatifitas Tingkat Nasional. - Atun -

BPPM DIY Pindah Tempat Dinas Untuk Sementara Waktu

Yogyakarta - BPPM - Untuk sementara waktu BPPM DIY  akan  menempati kantor yang baru di eks gedung  RS Respira  di Kotagede, di karenakan gedung lama akan di Renovasi, demikian pemberitahuan ini. Terima Kasih

alt


HARI ANAK NASIONAL TAHUN 2016


Yogyakarta, BPPM – berdasar Keputusan Presiden Republik Indonesia No.44 Tahun 1984 tanggal 19 Juli 1984 menetapkan Hari Anak Nasional pada  Tanggal 23 Juli dan berdasarkan Keputusan Menteri Koordinasi Bidang Kesejahteraan Rakyat  No.B-16/Menko/Kesra/I/2014 menyebutkan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan Anak ditetapkan sebagai Penyelenggara Hari Anak Nasional (HAN) dan untuk tingkat daerah agar Badan/Biro/Kantor  Pemberdayaan Perempuan sebagai pelaksana.

Dalam rangka Hari Anak Nasional 2016 Daerah Istimewa Yogyakarta mengambil Tema” Akhiri Kekerasan Terhadap Anak dengan Mewujudkan lingkungan Ramah Anak “.

Rangkaian acara Hari anak di DIY :

1. Parade bocah obah, Jogja Merti Bocah berupa parade kampanye ramah anak di ikuti 1000 anak , sebagai upaya pengakhiran kekerasan terhadap anak. Peserta terdiri Forum Anak daerah, Anak-anak Paud, TK, SD, SMP, SMA, disabilitas, sanggar anak, Rumah singgah anak jalanan, Panti Asuhan dan Komunitas anak. Dilaksanakan pada tanggal 20 Agustus di Gedung Grhatama Pustaka BPAD, Jl. Janti Banguntapan Bantul.

2.  Deklarasi mbangun jiwo merdiko, gerakan aksi  sadar dan peduli lingkungan yang ramah anak. model atau prototipe dari kegiatan Jelajah Three end Nusantara  yang dilaksanakan dibeberapa kota  di Indonesia.  Peserta diharapkan mampu membangun strategi komunikasi perlindungan anak yang sederhana, mengakhiri kekerasan terhadap anak, menumbuhkan sekolah ramah anak, dan menciptakan situasi dan kondisi baik di dalam keluarga, sekolah dan masyarakat yang aman, nyaman bagi tumbuh kembang anak. Peserta sebanyak 200 orang dari unsur ketua Komite Sekolah dari 78 se kec. DIY, SKPD terkait, Satgas Perlindungan Anak, Mitra Kerja. Dilaksanakan pada tanggal 20 Agustus di Gedung Grhatama Pustaka BPAD, Jl. Janti Banguntapan Bantul.

3. Funbike , membangun kebersamaan anak dan keluarga berolahraga melalui hobi naik sepeda, diikuti 1000 orang anak dan orang tua. Strat dan finish di Halaman Jogja Expo Center Jl. Janti Banguntapan Bantul, pada tanggal 21 Agustus 2016.

4. Puncak Acara HAN 2016, mengundang 1.100  anak-anak di Daerah Istimewa Yogyakarta, berlangsung di Halaman Jogja Expo Center Jl. Janti Banguntapan Bantul, pada tanggal 21 Agustus 2016.

     yang dibuka Wakil Gubernur DIY dalam hal ini diwakili  Ibu Asisten Administrasi Pembangunan Dra. Kristiana Swasti, dalam sambutannya Wakil Gubernur  memotivasi orang tua  untuk lebih meningkatkan kepedulian pada pemenuhan hak anak berupa hak perawatan, hak pengasuhan, hak kesehatan, hak pendidikan dan rekreasi dan hak perlindungan dari kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi. Dengan merawat  penuh kasih sayang, tanggungjawab, utamanya anak-anak pada usia emas, dengan asah asih asuh agar tumbuh menjadi insan yang cerdas, kompotitif, berkepribadian luhur, jujur, santun dan berakhlak mulia,  memberikan gizi cukup dan seimbang, fisiknya tumbuh sehat dan kuat, serta memiliki mental yang tangguh.

      Kepada anak-anak berpesan agar selalu belajar, rajin beribadah dan berolahraga, taat pada orang tua dan guru, hidup rukun, dan tetap berprestasi, berkreasi dan berinovasi, untuk tumbuh menjadi manusia unggul dimasa depan. Dipesankan juga  kepada praremaja dan remaja untuk menjauhi narkoba, menghindari diri dari berbagai aktivitas yang tidak bermanfaat, dengan terbukanya informasi supaya tidak terpengaruh dan tergiur oleh media yang negatif dan budaya asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa. -Atun-

DESA BALEHARJO DAN KELURAHAN REJOWINANGUN MERAIH PRESTASI DI TINGKAT REGIONAL TAHUN 2016



Yogyakarta, BPPM
- Setelah tahun lalu Kementerian Dalam Negeri tidak melaksanakan Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Nasional tahun 2015. Maka, pada tahun ini Kementerian Dalam Negeri kembali melaksanakan Lomba Desa dan Kelurahan namun dengan konsep berbeda yaitu format Regional mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 81 Tahun 2015 Tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan. Mulai Tahun 2016 ini, seluruh Provinsi Indonesia dibagi menjadi 4(empat) Wilayah/Regional dengan rincian sebagai berikut:

A.   Regional I (Wilayah Sumatera)

B.   Regional II (Wilayah Jawa dan Bali)

C.   Regional III (Kalimantan dan Sulawesi)

D.  Regional IV (Papua, Maluku dan Nusa Tenggara)

Perlombaan Desa dan Kelurahan Tingkat Regional dilaksanakan melalui 3(Tiga) Tahapan Penilaian yaitu Penilaian Administrasi, Klarifikasi Lapangan serta Paparan di hadapan para Direktur Dirjen Bina Pemerintahan Desa, Kementerian Dalam Negeri. Berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor:410-6135 Tanggal 15 Agustus Tahun 2016 Perihal Penetapan Juara Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Regional Tahun 2016, bahwa 2(dua) wakil dari DIY mampu meraih prestasi di tingkat Regional. Pertama, untuk kategori Lomba Desa Tingkat Regional II(Jawa dan Bali) Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul meraih Juara III. Kedua, untuk kategori Lomba Kelurahan Tingkat Regional II(Jawa dan Bali) Kelurahan Rejowinangun, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta meraih Juara II.

Berikut hasil lengkap Lomba Desa dan Kelurahan Tingkat Regional II(Jawa dan Bali) Tahun 2016

A.  Lomba Desa

1.  Desa Majasari, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat;

2. Desa Gemahrejo, Kecamatan Tegalombo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur;

3. Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta

4. Desa Mengwi, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali.

B.  Lomba Kelurahan

1.   Kelurahan Penatih, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali;

2. Kelurahan Rejowinangun, Kecamatan Kotagede, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta;

3.  Kelurahan Gisikdrono, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah;

4.  Kelurahan Jatimurni, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Penghargaan kepada seluruh pemenang diserahkan langsung oleh Dirjen Bina Pemerintahan Desa, Kementerian Dalam Negeri Nata Irawan, SH, MSi, dalam rangkaian acara Temu Karya Nasional pada tanggal 15 sampai 19 Agustus 2016 di Jakarta.(KUN)

Info lainnya...