Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat

Daerah Istimewa Yogyakarta

Berita

TEMU HATI #8

Yogyakarta, BPPM - Forum Anak Daerah Istimewa Yogyakarta adalah suatu wadah bagi anak - anak di Provinsi DIY untuk mengeksprisikan bentuk kreatifitas, ide, dan gagasannya. Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasioanal yang diperingati setiap tanggal 23 Juli, BPPM bekerjasama dengan FAD (Forum Anak Daerah) Daerah Istimewa Yogyakarta menyelenggarakan acara Temu Hati #8 dengan tema "Yang Muda, Bertoleransi".

 

Temu Hati #8 ini dilaksanakan pada tanggal 30 April - 01 Mei 2017 di Merapi Farma Herbal. Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta, Ibu dr. RA. Arida Oetami, M.Kes dan dihadiri oleh anak - anak dari FAD Kabupaten/Kota Provinsi DIY.

 

Selama kegiatan berlangsung anak - anak yang tergabung didalam Forum Anak Daerah ini diberkan beberapa materi diantaranya : Isu Nasional terkait Perlindungan Anak, Wawasan Kebangsaan dan Kesehatan Reproduksi. Selain itu meraka juga mengikuti outbound, menyaksikan Pentas Seni dan Penganugerahan Duta yang diberikan oleh Fasilitator FAD.

 

Temu Hati #8 merupakan ajang untuk memperat hubungan persaudaraan  antara angota Forum Anak kabupaten/kota yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain itu dalam temu hati ini akan diadakan kongres yang tujuannya bersama-bersama mencari solusi dalam pemecahan masalah anak yang terjadi di DIY sekaligus menjadi rangkaian seleksi pengiriman duta anak. -JNS-

Temu Daerah PUSPA 2017

 

Yogyakarta, BPPM - Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) bekerjasama dengan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat (BPPM) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan Temu Daerah Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) tahun 2017 di The Sahid Rich Jogja Hotel.

Melalui program unggulan "Three Ends" yang diusung oleh Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak, yaitu :
   1. Akhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak.
   2. Akhiri perdagangan manusia.
   3. Akhiri kesenjangan ekonomi terhadap perempuan.
Diharapkan dengan adanya program tersebut mampu mengurangi dan menurunkan angka kekerasan pada perempuan dan anak.

Kegiatan PUSPA ini berlangsung pada tanggal 26 - 27 April yang dihadiri oleh Instansi Pemerintah Kabupaten/Kota di lingkungan Daerah Istimewa Yogykarta, Lembaga Swadaya Masyarkat, Organisasi Keagamaan serta dunia usaha dan media. Temu daerah PUSPA bertujuan untuk membangun komitmen dan menyamakan persepsi di kalangan komponen masyarakat tentang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, serta menggungah kepedulian terhadap persolan yang dihadapi oleh perempuan dan anak.

Salah satu tokoh Inspirator NasionalDalam pelaksanaannya, kegiatan PUSPA ini menghadirkan tokoh - tokoh Inspirator Nasional dari berbagai bidang untuk berbagi cerita dan pengalaman. Selain itu, para peseta PUSPA juga melakukan Field Trip, ketiga lokasi yang berbeda. Lokasi Pertama ada di Rumah Pintar, di Desa Ngalang, Gedangsari, Kabupaten Gunung Kidul. Lokasi kedua ada di Jendela Jogja, Jl. Gedong Kuning, Banguntapan, Kabupaten Bantul. Lokasi Ketiga ada di Panti Asuhan Bina Siwi, di Desa Sendangsari, Pajangan, Kabupaten Bantul. Setelah kunjungan ke lokasi tersebut, para peserta melakukan diskusi untuk melanjutkan rencana aksi bersama. (JNS)

Sarahsehan Peringatan Hari Kartini 2017

Yogykarta - BPPM, Sebagai Instansi Pemerintah yang mengampu urusan Pemberdayaan Kaum Perempuan, khususnya di DIY. BPPM bekerja sama dengan beberapa organisasi wanita di lingkup DIY diataranya, TP PKK DIY, Dharma Wanita Persatuan DIY, Bhayangkari DIY, Dharma Pertiwi DIY, dan BKOW DIY untuk memperingati Hari Kartini pada tanggal 21 April dengan melaksanakan berbagai macam Kegiatan.

Salah satunya adalah acara Sarahsehan Memperingati Hari Kartini dengan tema "Kartini Masa Kini, Mimpi Kartini di Era Modern" tanggal 5 April 2017 di Balai Kunthi Komplek Gedung Mandala Bhakti Wanitatama. Pada Sarahsehan kali ini, para peserta berkesempatan untuk berdiskusi dengan ketiga narasumber yang menginspirasi, yaitu Hj. Mahsunah Syakir, SE., M.Ek (Pemenang Keluarga Sakinah Nasional) - Hani Kusdaryanti (Pengusaha Makanan Olahan Ikan, Fania Food) dan Prof. dr. S. Yati Soenarto, Sp.A(K).,Phd. (Dosen Fakultas Kedokteran UGM).

Mereka menjelaskan bahwa sepanjang hidupnya sosok R.A Kartini inilah yang menjadi inspirasi. Berkat perjuangan beliau, Perempuan bisa mengeyam pendidikan setinggi-tingginya dan bahkan perempuan juga bisa menjadi pemangku jabatan yang penting di sebuah perusahaan atau instansi. - JNS -







TMMD SENGKUYUNG KE 98 TAHUN 2017

alt

Yogyakarta, - BPPM - Mengangkat tema “DENGAN SEMANGAT KEMANUNGGALAN TNI-RAKYAT KITA PERCEPAT PEMBANGUNAN DI DAERAH GUNA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DALAM RANGKA MENJAGA KEUTUHAN WILAYAH NKRI”, kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa atau yang lebih dikenal sebagai TMMD mmerupakan saalah satu wujud operasi bhakti TNI, yang merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan Departemen, Lembaga Pemerintah non Departemen dan Pemerintah Daerah serta komponen lainnya, yang dilaksanakan secara integral bersama masyarakat, guna meningkatkan akselarasi kegiatan pembangunan di daerah perpedesaan, khususnya daerah tergolong tertinggal, terisolir, perbatasan dan daerah kumuh serta daerah yang terkena dampak akibat bencana.

Program TMMD ke 98 serentak dilaksanakan di lima lokasi di Daerah Istimewa Yogyakarta,

Kegiatan ini  kerjasama lintas sektor yang melibatkan TNI, Instansi Pemerintah serta masyarakat,   bertujuan membantu tugas pemerintah di dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memantapkan wawasan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

 

Lokasi Kegiatan TMMD Sengkuyung ke 98  untuk  Tahap I  :

-       Kelurahan Baciro, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta

-       Desa Caturharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul

-       Desa Banguncipto, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo

-       Desa Candirejo, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul

-       Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman

 

Sasaran diprioritaskan pada pembangunan infrastruktur, sarana prasarana fasilitas umum yang menjadi kebutuhan masyarakat sekaligus dalam rangka memberdayakan masyarakat perdesaan. Pelaksanaan TMMD yang secara resmi dimulai tanggal 5 April 2017 dan berakhir pada tanggal 4 Mei 2017, sebelumnya telah mengadakan pra selama +/- 2 minggu dengan maksud agar target sasaran dapat tercapai 20% sebelum pembukaan adapun dukungan dana kegiatan ini berasal dari APBD I, APBD II dan swadaya masyarakat.

 

Sesuai dengan substansi kegiatan TMMD yakni kema­nunggalan TNI dan rakyat, program ini tidak hanya meli­batkan TNI saja, tetapi juga meli­batkan instansi pemerintah, instansi non pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat lainnya. Hal yang sangat positif dimana kegiatan ini dapat menguatkan serta menanamkan kembali budaya gotong-royong.  Kegiatan ini juga diharapkan untuk selalu menge­de­pan­kan kepentingan masyarakat dimana untuk mendukung keberhasilan program terse­but dibutuhkan  peran aktif dari seluruh komponen guna memelihara kemandirian, kemitraan serta untuk menuju kearah perubahan sikap, kemajuan wilayah dan kesejahteraan masyarakat. –Reni–

 

 

HARI PEREMPUAN INTERNASIONAL DIY TAHUN 2017

alt


Yogyakarta,- BPPM – Selasa, 21 Maret 2017 di Balai Kunthi, Komplek Gedung Mandala Bhakti Wanita Tama Yogyakarta, Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat DIY menyelenggarakan Kegiatan Sarasehan Hari Perempuan Internasional, Tema yang di Usung Hari Perempuan Internasional Tahun 2017 “ Pembentukan KarakterBudi Pekerti Generasi Muda Menuju Generasi Emas yang bermatabat. “

Sarasehan dibuka oleh kepala BPPM DIY yang diwakili oleh Ibu Carolina Radiastuty, MM, dalam sambutan beliau, pergerakan perempuan untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan dimulai sejak Tahun 1908. Perempuan berhak memperoleh akses dan kesempatan dalam meningkatkan kemampuan dalam berbagai bidang pembangunan. Momen ini sangat tepat mengajak seluruh perempuan Indonesia untuklebih berpartisipasi dalam bidang pembangunan di berbagai bidang. Angka kekerasan terhadap perempuan dan anak yang cenderung meningkat, jaminan perlindungan sosial bagi pekerja perempuan, partisipasi perempuan di ranah politik yang jauh dari harapan. Perempuan sebagai Indiviidu maupun tokoh sentral perlu meningkatkan konstribusi dalam upaya mmenyelesaikan masalah di berbagai sector. SKPD, Lembaga Pendidikan, LSM telah melakukan berbagai upaya untuk meminimalisir permasalahan issue gender, tetapi belum menunjukkan hasil yang signifikan.

Sarasehan di kemas dalam bentuk Talk show dengan mengangkat Thema “Berani Melakukan Perubahan” dengan pembicara dalam sarasehan tersebut :

 

1.Ketua DPRD Kabupaten Kulonprogo, Ibu Akhid Nuryati, SE dengan materi Perempuan legislative corong demokrasi dalam mewujudkan Pembangunan yang berkeadilan Gender.

 

2. Ibu Prof. DR. Nahiyah Jaidi Faraz , dengan materi Partisipasi Perempuan di Ranah Ekonomi

 

3 Wakil Ketua DPRD DIY, bapak Arif Noor Hartanto,SIP dengan materi Pembentukan Karakter Budi Pekerti Generasi Muda menuju Generasi Emas yang bermartabat.

Sarasehan di hadiri 150 peserta dari unsur : lembaga pemerhati perempuan dan anak, SKPD terkait, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak se Kab/Kota di DIY, BKOW dan GOW Kab/Kota se DIY.

 

Acara di tutup dengan penandatanganan deklarasi bersama antara Organisasi Perempuan DIY untuk mengakhiri TRIE END di Daerah Istimewa Yogyakarta,- Atun-

Info lainnya...