Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat

Daerah Istimewa Yogyakarta

TMMD SENGKUYUNG KE 98 TAHUN 2017

alt

Yogyakarta, - BPPM - Mengangkat tema “DENGAN SEMANGAT KEMANUNGGALAN TNI-RAKYAT KITA PERCEPAT PEMBANGUNAN DI DAERAH GUNA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DALAM RANGKA MENJAGA KEUTUHAN WILAYAH NKRI”, kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa atau yang lebih dikenal sebagai TMMD mmerupakan saalah satu wujud operasi bhakti TNI, yang merupakan program terpadu lintas sektoral antara TNI dengan Departemen, Lembaga Pemerintah non Departemen dan Pemerintah Daerah serta komponen lainnya, yang dilaksanakan secara integral bersama masyarakat, guna meningkatkan akselarasi kegiatan pembangunan di daerah perpedesaan, khususnya daerah tergolong tertinggal, terisolir, perbatasan dan daerah kumuh serta daerah yang terkena dampak akibat bencana.

Program TMMD ke 98 serentak dilaksanakan di lima lokasi di Daerah Istimewa Yogyakarta,

Kegiatan ini  kerjasama lintas sektor yang melibatkan TNI, Instansi Pemerintah serta masyarakat,   bertujuan membantu tugas pemerintah di dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memantapkan wawasan kebangsaan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

 

Lokasi Kegiatan TMMD Sengkuyung ke 98  untuk  Tahap I  :

-       Kelurahan Baciro, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta

-       Desa Caturharjo, Kecamatan Pandak, Kabupaten Bantul

-       Desa Banguncipto, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo

-       Desa Candirejo, Kecamatan Semin, Kabupaten Gunungkidul

-       Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman

 

Sasaran diprioritaskan pada pembangunan infrastruktur, sarana prasarana fasilitas umum yang menjadi kebutuhan masyarakat sekaligus dalam rangka memberdayakan masyarakat perdesaan. Pelaksanaan TMMD yang secara resmi dimulai tanggal 5 April 2017 dan berakhir pada tanggal 4 Mei 2017, sebelumnya telah mengadakan pra selama +/- 2 minggu dengan maksud agar target sasaran dapat tercapai 20% sebelum pembukaan adapun dukungan dana kegiatan ini berasal dari APBD I, APBD II dan swadaya masyarakat.

 

Sesuai dengan substansi kegiatan TMMD yakni kema­nunggalan TNI dan rakyat, program ini tidak hanya meli­batkan TNI saja, tetapi juga meli­batkan instansi pemerintah, instansi non pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat lainnya. Hal yang sangat positif dimana kegiatan ini dapat menguatkan serta menanamkan kembali budaya gotong-royong.  Kegiatan ini juga diharapkan untuk selalu menge­de­pan­kan kepentingan masyarakat dimana untuk mendukung keberhasilan program terse­but dibutuhkan  peran aktif dari seluruh komponen guna memelihara kemandirian, kemitraan serta untuk menuju kearah perubahan sikap, kemajuan wilayah dan kesejahteraan masyarakat. –Reni–