Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat

Daerah Istimewa Yogyakarta

Home || Materi || Artikel || Legalisasi Ganja Berakibat Buruk Bagi Perempuan Dan Anak

Legalisasi Ganja Berakibat Buruk Bagi Perempuan Dan Anak

JAKARTA - Kantor Berita Nasional RRI,  Penggunaan ganja yang disalahgunakan bisa menimbulkan adiksi sehingga berbahaya bagi kesehatan khususnya bagi anak-anak. "Selain itu, legalisasi ganja yang kini menjadi wacana tersebut dapat berakibat buruk kepada perempuan dan anak," kata Menteri Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak, Linda Amelia Sari Gumelar di Jakarta, Jumat (13/5).

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar menegaskan, dirinya menolak wacana legalisasi tanaman ganja di Indonesia. "Saya menolak wacana tersebut".
Dikatakannya, ganja legal jika digunakan untuk pengobatan namun menjadi dilarang ketika penggunaannya disalahgunakan dapat menjadi adiksi sehingga membahayakan kesehatan.
"Kalau dilegalkan maka nanti banyak anak-anak yang penasaran dan ingin mencoba menggunakan ganja dan disalahgunakan," katanya.

Menurut Linda semua pihak harus mengutamakan kepentingan dan perlindungan terhadap anak-anak Indonesia dalam menindaklanjuti wacana tersebut.

Sekelompok orang yang tergabung dalam Lingkar Ganja Nusantara (LGN) menyuarakan legalisasi tanaman ganja di Indonesia dengan menggelar aksi Global Marijuana March (GMM) 2011.
Saat ini baru Belanda yang melegalkan ganja sementara di Indonesia tanaman bernama latin Cannabis Sativa itu dilarang berdasarkan Undang-Undang No. 35 tentang Narkotika tahun 2009 digolongkan sebagai narkotika kelas satu.