Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat

Daerah Istimewa Yogyakarta

Indonesia Penuh!

altYogyakarta, BPPM Kompas hari senin (10/1) dan selasa (11/1) dan majalah National Geographic Indonesia selama tahun 2011 ini akan menyoroti masalah kependudukan di dunia umumnya dan Indonesia pada khususnya. kenapa masalah kependudukan ini menjadi masalah yang sang penting sehingga 2 buah penerbitan berkala di Indonesia yang cukup prestisius tersebut mengupas dan membahasnya? Karena masalah populasi dan pertumbuhan pendudukan sangat mempengaruhi hajat hidup setiap manusia yang ada di bumi. Setiap tindakan yang diambil satu manusia di Jogja Indonesia akan mempengaruhi manusia lain di ujung Sumatra. Terdengar sangat absurd namun begitulah kenyataannya. Manusia adalah subjek sekaligus objek dalam masalah kependudukan.

Menurut data terakhir yang dilansir Kompas, Senin (10/1) di Indonesia setiap tahun terlahir 4,3 juta bayi yang setara dengan seluruh populasi Pulau Singapura. bayangkan 10 tahun mendatang, jumlah penduduk Indonesia saat ini yang sudah berjumlah 250 juta lebih ini akan bertambah sekitar 43 juta manusia yang menempatkan Indonesia sebagi kontributor manusai no 5 di dunia. Bahkan menurut data Sensus penduduk tahun 2010 kemarin jumlah penduduk Indonesia saat ini bahkan sudah melampaui target yang diharpkan dicapai pada tahun 2013. Apa artinya ini?

250 juta lebih manusia itu pasti akan membutuhkan asupan gizi dan nutrisi yang bagi orang indonesia berarti adalah nasi, padahal produksi beras Indonesia saat ini masih bergantung pada Impor beras dari Vietnam dan Thailand.  Jawa sebagai lumbung padi Indonesia, hanya memiliki sawah kurang dari 6 juta hektar, dan secara keseluruhan Indonesia hanya memliki 13 juta hektar sawah produktif. Dengan proyeksi pertumbuhan penduduk saat ini, Indonesia akan membutuhkan paling tidak 5,3 juta hektar tambahan sawah produktif. Padahal jumlah sawah yang produktif di indonesia dari tahun ke tahun semakin berkurang. Indonesia terncam mengalami krisis pangan 20 tahun mendatang jika pertumbuhan penduduk jika tidak segera dikendalikan.

Tingginya jumlah penduduk juga menuntut tersedianya perumahan yang layak bagi populasi yang ada. sedangakan seperti kita tahu, masalah perumahan masih menjadi masalah yang cukup pelik di Indonesia. selain itu, jumlah penduduk di Indonesaia terpusat di Jawa, sehingga kepadatan peduduk di jawa sangat tinggi danmembuat permaslahan perumahan di Jawa menjadi kasus yang istimewa. yang menjadi ironi adalah tipe pertumbuhan perumahan di jawa yang bersifat horozntal justru semakin mengurangi jumlah sawah yang krusial bagi penyediaan pangan Indonesia. 

Secara ekonomi dan sosial, pertumbuhan  penduduk yang tidak dibarengi dengan kualitas yang baik juga dapat menjadi beban yang harus ditanggung setiap penduduk manusia. tingkat pengangguran yang tinggi dan kualitas pendidikan yang masih kurang akibat jumlah populasi yang terus meningkat tanpa ditindaklanjti dengan manajemen pengelolaan SDM yang baik akan menjadi bencana ekonomi dan sosial jika tidak segera ditangani. Jakarta dan beberapa kota besar di Indonesia sudah menjadi contoh gamblang dari permasalahan tersebut. PEngangguran, kriminaitas, jumlah anak putus sekolah dan kemiskinan telah menjadi penyakit yang pasti menjangkiti kota besar dengan densitas populasi yang tinggi seperti jakarta yang tidak memiliki sistem Manajemen kependudukan yang komprehensif.

Selain masalah di atas, masalah lain yang mengancam adalah bencana ekologi yang bisa ditimbulkan dari pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali. Overgrazzing, penggundulan hutan, penggunaan lahan yang berlebih dapat mempercepat kerusakan lingkungan di Indonesia yang pada akhirnya dapat menimbulkan bencana alam seperti tanah lonsor, banjir, kekeringan dan epidemi penyakit yang saat ini sudah mulai banyak terjadi di Indonesia. 

apa yang dapat kita lakukan melihat fakta ini? salah satu hal yang bisa kita lakukan adalah dengan merevitalisasi Program KB di Indonesia. salah satu sebab mengapa jumlah penduduk Idonesia meningkat dalam dekade terakhir adalah disebabkan karena pengabaian Program KB semenjak era reformasi. Selain merevitalisasi program KB yang dulu ada, adalh dengan membuat kebijakan KEpendudukan yang lebih komprehensif. tidak melulu mengurusi masalah jumlah kuanitatif tetapi juga masalah kualitatif. Manusia Indonesia harus dibangun menjadi manusia yang berkualitas agar tidak menjadi beban pembangunan pemerintah. KEwajiban ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah namun juga setiap rakyat Indonesia. Oleh karena itu, rencanakan secara matang sebelum anda mulai berkeluarga.