Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat

Daerah Istimewa Yogyakarta

PRT ANAK DAN PERGUB PRT

alt

Yogyakarta –gugustugastrafficking.org- Walaupun terus dilakukan sosialisasi dan dibarengi dengan pelaksanaan Pergub no.31 Tentang Pekerja Rumah Tangga (PRT), tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan PRT anak masih ada dalam masyarakat. Keberadaaan PRT anak tampaknya berkait dengan budaya masyarakat dan keberadaaanya tidak dapat dengan serta merta dihilangkan. Keberadaaan PRT anak memang memiliki dua sisi, pertama bahwa anak seharusnya memang tidak dipekerjakan untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak, namun di sisi lain, anak yang bekerja memang membutuhkan pekerjaan untuk mendapatkan penghasilan guna menunjang kehidupannya dan dalam beberapa kasus juga untuk mendapatkan pendidikannya. Problematika ini disampaikan oleh DR. Y. Sari Murti, salah satu tim penyusun Pergub PRT dalam sosialisasi Pergub No.31 Tahun 2010 tentang Pekerja Rumah Tangga di Yogyakarta (24/11)

Sejak Oktober 2010 Gubernur Provinsi DIY telah mengeluarkan Peraturan Gubernur No.31 Tahun 2010 tentang Pekerja Rumah Tangga yang tujuannya memberikan pengakuan secara hukum terhadap jenis pekerjaan kerumah-tanggaan, memberikan pengakuan bahwa pekerjaan kerumah-tanggaan mempunyai nilai ekonomis dan sosiologis, serta mengatur hubungan kerja yang harmonis, produktif serta menjunjung nilai-nilai moral, kemanusiaan dan kekeluargaan antara PRT dengan pihak-pihak lain. Sebagai wujud untuk pelaksanaan Pergub ini dilaksanakan sosialisasi mulia tingkat Provinsi, Kabupaten/kota sampai pada tingkat RT/RW.  

Dalam rangkaian sosialisasi Pergub PRT tersebut, Pemerintah Provinsi DIY melalui Badan Pemberdayaan Perempuan dan Masyarakat menyelenggarakan sosialisasi Pergub PRT kepada Biro Pemerintahan di Kabupaten/Kota, Para camat se-Provinsi DIY, dan SKPD terkait.  

Disampaikan dalam sosialisasi ini, terkait dengan pekerja rumahtangga dibawah umur, Pergub mengamanatkan untuk sebisa mungkin tidak mempekerjakan anak sebagai pekerja rumah tangga. Namun apabila ada anak yang bekerja sebagai pekerja ruang tangga harus memenuhi syarat : pertama mendapatkan ijin dari orangtua/wali, Mendapatkan pelatihan dan pengenalan terhadap hal-hal yang membahayakan. Jam kerja harus sesuai dengan hak-hak anak, Tetap menjalin komunikasi dengan orang tua/wali, Berhak atas santunan kesehatan, perlindungan dari kekerasan, serta terjamin hak bersosialisasi dan berpartisipasinya. (AN)